TUGAS I
OBSERVASI
(BADAN
PERPUSTAKAAN, ARSIP, DAN DOKUMENTASI
KEPANJEN,
MALANG)
Tujuan
observasi yang dilakukan adalah Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi yang
berada di Kepanjen, Malang Selatan, setelah melakukan observasi ditemukan terdapat
beberapa kelemahan dan kekurangan yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan, Arsip
dan Dokumentasi Kepanjen, diantaranya sebagai berikut:
Kekurangan dan
Kelemahan di Bidang Sarana dan Prasarana
1. Tempat
penyimpanan bahan koleksi, tempat penyimpanan bahan koleksi yang terdapat di
Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen kurang luas dan penataan
rak-raknya terlalu berdekat dan terlihat sangat sempit.
2. Rak-rak,
rak-rak penyimpanan bahan koleksi tidak ada pembatas ataupun penyangganya
sehingga buku di susun tidak beraturan dan terlihat tidak rapi.
3. Ruang
baca, ruang baca yang terdapat di Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi
Kepanjen kurang luas serta meja dan kursi untuk membaca sedikit sehingga
pengguna membaca di sekat-sekat rak yang ada.
4. OPAC,
tidak adanya OPAC yang disediakan untuk pengguna sehingga pengguna kesulitan
mencari bahan pustaka, pengguna harus mencari satu persatu di setiap rak.
5. Ruangan
yang digunakan untuk tempat penyimpanan bahan pustaka dan ruang baca di jadikan
satu dan luas ruangan sangat kecil.
6. Loker,
loker yang terdapat di Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kepanjen
tidak ada yang menjaga, dan pengguna langsung di persilahkan untuk menaruh
tasnya di loker, dan juga loker yang ada tidak ada kunci ataupun pengamannya,
hal seperti ini menyebabkan keamanan kurang terjaga.
7. Koleksi
bahan pustaka. Koleksi bahan pustaka yang terdapat di Badan Perpustakaan, Arsip
dan Dokumentasi Kepanjen masih tergolong sedikit dan bahan pustaka yang ada
beberapa sudah terbitan lama, tidak hanya itu ada beberapa bahan koleksi yang
sudah mulai rusak.
8. Sistem
bard code, tidak adanya system bard code di Badan Perpustakaan, Arsip dan
Dokumentasi Kepanjen untuk anggota tetap.
9. Sistem
peminjaman yang masih manual, tidak adanya computer yang membantu proses
sirkulasi saat pengunjung ingin meminjam dan mengembalikan buku, semuanya masih
dilakukan dengan manual dan ditulis tangan di kertas yang tedapat di dalam buku
dan menyalinnya ke buku besar, hal ini lah yang terkadang membuat pengguna
mengantri saat ingin meminjam ataupu mengembalikan buku.
10. Kurangnya
pencahayaan, tidak adanya pencahayaan di Badan Perpustakaan, Arsip dan
Dokumentasi Kepanjen, sehingga membuat keadaan di dalam ruangan perpustakaan
terlihat gelap dan terkesan suram.
11. Foto
copy, tidak adanya alat foto copy yang berada di Badan Perpustakaan, Arsip dan
Dokumentasi Perpustakaan Umum Kepanjen.
12. Pengaturan
bahan pustaka di rak, pengaturan bahan pustaka yang tidak teratur, koleksi buku
untuk anak di campur dengan novel-novel untuk dewasa hal ini bisa berakibat
anak kecil membaca bacaan yang belum diperbolehkan untuk seusianya membaca.
Kelemahan
dan kekurangan yang ditemukan tidak hanya terdapat di bidang sarana dan
prasarananya saja akan tetapi, kelemahan dan kekurangan juga ditemukan di
bidang pelayanan, kelemahan dan kekurangan itu sebagai berikut
Kekurangan ataupun
Kelemahan di Bidang Layanan
1. Lapangan
parkir, pada lapangan parkir di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi
Kepanjen ditemukan kelemahan dan kekurangan yaitu tidak adanya penjaga yang
menjaga lapangan parkir sehingga keamanan kendaraan pengunjung kurang terjamin
keamanannya.
2. Petugas
pustakawan, petugas pustakawan di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi
kurang bersahabat, tidak di terapkannya 3 S, yaitu Salam, Senyum dan Sapa
kepada pengunjung.
3. Petugas
pustakawan yang berjaga, tidak adanya pustakawan penjaga di Badan Perpustakaan,
Arsip dan Dokumentasi yang menjaga ataupun berdiri dan memberi tahu atau
menjadi petunujuk kepada pengunjung yang datang.
4. Layanan
meja sirkulasi, tidak adanya petugas tambahan pada layanan meja sirkulasi Badan
Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi yang menjaga sehingga layanan meja
sirkulasi yang masih menggunakan sistem manual membuat peminjam dan pengunjung
yang ingin mengembalikan menunggu lumayan lama.
5. Layanan
jasa foto copy, di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi tidak disediakan
layanan jasa foto copy untuk pengunujung yang ingin menggandakan bahan pustaka
yang diperlukan
6. Layanan
ruang baca anak, tidak adanya layanan ruang baca anak di Badan Perpustakaan,
Arsip dan Dokumentasi Kepanjen yang disediakan untuk anak-anak yang ingin
membaca dan mengunjungi perpustakaan.
7. Layanan
mendongeng, tidak adanya layanan mendongeng di Badan Perpustakaan, Arsip dan
Dokumentasi Kepanjen yang disediakaan untuk dapat menarik minat anak-anak agar
mengunjungi perpustakaan.
8. Layanan
Penerjemah, tidak adanya layanan penejemah yang di berikan oleh Badan
Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi.
9. Layanan
pengadaan, kurangnya adanya penambahan dan pembaruan bahan pustaka yang ada,
dan juga tidak adanya pemeliharaan terhadap bahan pustaka yang ada.
10. Layanan
yang menarik minat pengunjung, tidak adanya layanan dan kegiatan yamg menarik
pengunjug yang datang sehingga Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi
terlihat sepi.
TUGAS II
PERENCANAAN PERPUSTAKAAN
Badan Perpustakaan, Arsip dan
Dokumentasi Kepanjen
Badan Perpustakaan, Arsip dan
Dokumentasi Kepanjen yang berada di Kepanjen, Malang selatan terletak d jalan Jendral
Sudirman. Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ini memiliki visi dan misi
serta tujuan dan analisis yang sudah di buatnya, diantaranya sebagai berikut :
VISI
MISI
I.
VISI
Terwujudnya Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Sebagai Sarana
Informasi Dalam Meningkatkan Ilmu Pengetahuan Bagi Masyarakat Kabupaten Malang.
II.
MISI
a. Mewujudkan peningkatan pengelolaan
perpustakaan, arsip dan dokumentasi.
b. Mewujudkan peningkatan pelayanan
kepada masyarakat.
c. Mewujudkan peningkatan kualitas
sumber daya manusia;
d. Mewujudkan peningkatan
ketersediaan sarana dan prasarana.
III.
TUJUAN
·
Untuk memberi orientasi pada pelayanan prima (
service of excellence )
IV.
ANALISIS KEDEPAN
1. Faktor
Internal
Kekuatan (
Strength )
Faktor - Faktor yang mendukung dalam melaksanakan kegiatan baik dalam kelembagaan
maupun program dalam pelayanan publik bagi Badan Perpustakaan , Arsip dan
Dokumentasi adalah :
- Adanya Undang - Undang 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Undang - Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Ketentuan -Ketentuan Pokok Kearsipan, Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Malang Nomor 33 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi
- Tersedianya buku Perpustakaan
- Tersedianya Anggaran
- Lokasi Kantor sangat strategis dan mudah terjangkau.
Kelemahan ( Weakness )
- Kurangnya jumlah dan kualitas pegawai yang mempunyai kompetensi di bidang perpustakaan dan kearsipan
- Belum memadainya sarana dan prasarana
- Belum tersedianya Depo Penyimpanan Arsip
- Terbatasnya kesempatan mengikuti Diklat Tehnis.
2. Faktor Eksternal
:
Peluang ( Opportunity )
- Meningkatnya kepercayaan dan dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi dan Kepala Daerah
- Jumlah penduduk Kabupaten Malang cukup besar, sebagian besar berpendidikan
- Banyaknya lembaga pendidikan formal dan non formal .
- Banyaknya Arsip/Dokumentasi di Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) .
- Lokasi Kantor berada di Ibu Kota Kabupaten.
- Era Informasi Teknologi yang sangat mendukung untuk program pelayanan.
Tantangan ( Threat )
- Belum memasyarakatnya budaya membaca ;
- Kurangnya kesadaran/tertib Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terhadap pentingnya pengelolaan Arsip/Dokumentasi;
- Kurangnya tenaga trampil dalam menghadapi era informasi teknologi, dimana tenaga yang berkemampuan IT sangat diperlukan untuk meningkatkan pelayanan.
Setelah mengetahui Visi, Misi, Tujuan dan Analisis Kedepan yang di miliki
oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen tidak perlu adanya
banyak perubahan dalam penentuan Visi, Misi, Tujuan dan Anaisis Kedepan.
Yang pertama dari visi, visi yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan, Arsip
dan Dokumentasi sudah sangat bagus sehingga tidak perlu lagi di rubah. Visi
perpustakaan sudah memenuhi keinginan dimana Badan Perpustakaan, Arsip dan
Dokumentasi Kepanjen ingin menjadi sumber informasi untuk meningkatkan ilmu
pengetahuaan masyarakat Malang.
yang ke dua misi, misi yang di
miliki oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen juga sudah cukup
bagus, jadi tidak perlu adanya banyak perubahan, akan tetapi lebih baik jika di
tambahkan beberapa seperti :
·
Menyediakan hasil sumber informasi
yang menunjang peningkatan kualitas pendidikan yang berbasis teknologi.
Yang ketiga tujuan, tujuan yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan, Arsip
dan Dokumentasi Kepanjen juga sudah cukup bagus, akan tetapi belum mencakup
kesemua tujuan yang ingin di capai maka perlu adanya perubahanseperti :
Untuk menjadikan perpustakaan yang
terbaik dalam penyebar luasan sumber informasi berbasis tenologi dan banyak
diminati serta berguna untuk penggunanya.
Yang ke empat Analisis Kedepan, pertama dari faktor internal kekuataan
yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen juga
sudah cukup bagus, akan tetapi perlu di tambahkan beberapa seperti :
·
Sudah mulai meningkatnya minat membaca
dikalangan siswa dan masyarakat di sekitar perpustakaan.
·
Mempunyai gedung yang cukup luas.
Sedangkan dari faktor internal yang ke dua yaitu kelemahan terdapat
beberapa kelemahan yang belum di sebutkan pada analisis ke depan di atas,
diantaranya yaitu :
·
Tenaga pustakawan yang cuek dan tidak
ramah.
·
Kurang adanya manajemen yang baik
dalam pengelolaan perpustakaan.
·
Kurang beragamnya bahan koleksi yang
ada.
·
Kurang menariknya stuktur penataan
ruang di perpustakaan tersebut.
·
Tidak adanaya penggunaan yang berbasis
teknologi dalam kegiatan di perpustakaan.
Faktor eksternal yang ada di analisis ke depan di atas yang meliputi
peluang dan tantangan sudah cukup bagus dan tidak perlu adanya tambahan ataupun
perbuhan yang harus dilakukan.
Setelah mengetahui
visi, misi, tujuan, dan analisis kedepan dan melakukan beberapa perubahan
terlihat kelemahan yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan, Asip dan Dokumentasi
Kepanjen yang mnyebabkan perpustakaan ini sepi dari pengunjung, untuk itu akan
di lakukan perencanaan perpustakaan untuk lebih meningkatkan minat pengunjung
kedepannya.
PERENCANAAN
PERPUSTAKAAN
Jenis Perpustakaan : Perpustakaan Umum
Nama Perpustakaan : Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen
Mengganti nama dari
Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen dengan Perpustakaan Umum
Merakyat Kepanjen karena nama yang sebelumnya terlalu panjang dan kurang
menarik jadi di rubah Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen, mengapa Perpustakaan
Umum Merakyat Kepanjen di harapkan kedepannya dapat menarik minat pengunjung
dan kata merakyat berarti perpustakaan ini dapat dikinjungi oleh siapapun dan
dari kalangan mana pun mengingat salah satu fungsi perpustakaan yaitu menjadi
tempat dimana sumber informasi di dapat dengan gratis dan tidak perlu
mengeluarkan biaya sedikitpun, sehingga siapapun bisa mendapatkan informasi.
Perencanaan di bidang Pelayanan
Setelah melihat
kelemahan yang terdapat di pelayanan perlu adanya perencanaan seperti:
·
Menambah petugas yang benar-benar ahli
di bidang perpustakaan, yaitu seorang pustakawan yang lulusan dari prodi Ilmu
Perpustakaan, mengapa hal ini perlu di lakukan karena dengan adanya orang yang
benar-benar ahli untuk menangani perpustakaan maka perpustakaan itu akan
berjalan dengan baik.
·
Mengadakan pelatihan terhadap petugas
perpustakaan dalam hal pelayanan agar dapat melakukan pelayanan dengan baik,
dan menerapkan 3 S, yaitu senyum, sapa, dan salam kepada pengunjung.
·
Menambahkan layanan ruang baca anak,
kenapa layanan ini perlu, salah satunya untuk meningkatkan minat pengunjung di
kalangan anak-anak, di mana terdapat di visi dan tujuan yang mengatakan bahwa
ikut berperan dalam meningkatkan ilmu pengetahuan di kalangan masyarakat, salah
satu caranya di mulai dengan anak berusia dini, karena anak berusia dini inilah
awal kiata membentuk genareasi yang cerdas, jadi ruang baca anak dan tempat
menyimpan bahan pustaka yang khusus unuk anak-anak disendirikan dan tidak
digabung oleh bahan pustaka untuk remaja dan dewasa.
Dalam layananan ruang baca anak terdapat
fasiitas seperti :
·
Kegiatan menonton film, kegiatan ini di lakukan setiap
hari kamis, film yang di tayangkan film-film kartun dan cerita yang mempunyai
pesan moral yang disampaikan. Setelah itu dilakukan kegiatan bercerita kembali
tentang isi film tersebut dan juga ada pendamping petugas perpustakaan.
·
Kegiatan mendongeng, kegiatan
mendongeng ini dilakukan setiap hari sabtu dan hari libur nasional,
menceritakan tentang cerita-cerita daerah yang dimiliki daerah masing-masing.
·
Kegiatan pengenalan ragam budaya
Indonesia, di lakukan setiap hari sabtu dan hari libur nasional, kegiatannya
memperkenalan budaya dari daerah yang ada di Indonesia seperti, tarian, alat
musik dan lagu daerah masing-masing, memperkenalkan lagu daerah dan tarian
daerah sampai dengan mempraktekkan lagu-lagu daerah dengan bernyanyi bersama.
·
Layanan meja sirkulasi, memberikan
layanan yang berbasis IT sehingga dapat cepat memberikan pelayanan kepada pengunjung.
·
Layanan pengadaan, menambahkan koeksi
buku yang ada, sehingga dapat lebih beragam lagi.
·
Layanan jasa foto copy, memberikan
fasilitas layanan foto kopi untuk pengguna.
·
Layanan untuk divabel, layanan yang di
berikan kepada mereka yang divabel, seperti dalam kegiatan mendongeng
menyediakan tenaga yang dapat menerjemahkan kepada yang divabel agar dapat
mengerti, memberikan layanan khusus dan selalu siap membantu pengunjung divabel
yang membutuhkan.
·
Layanan untuk remaja, kegiatan ini
dilakukan untuk menarik minat pembaca untuk datang, sperti kegiatan diskusi
tentang hal-hal yang sekarang terjadi, bedah buku, ataupun novel.
·
Layanan internet gratis, menyediakan
wifi di perpustakaan sehingga pengunjung bisa lebih mudah dalam mencari dan
mendapatkan informasi.
Perencanaan di Bidang Sarana dan Prasarana
Untuk meningkatkan
minat pengunjung perpustakaan harus lah mempunyai sarana dan prasarana yang
lengkap dan memadai, tidak hanya itu sarana dan prasaran juga harus terlihat
menarik. Perencanaan untuk memperbaiki sarana dan prasaranan sebagai berikut:
·
Menambah ruangan multimedia,
memberikan ruagan dimana ada beberapa perangkat computer yang dapat mengakses
internet.
·
Menyediakan komputer yang menyediakan
fasilitas OPAC didalamnya.
·
Memperluas tempat penyimpanan bahan
koleksi dan ruang baca
·
Menyediakan alat foto copy.
·
Pembelian loker tempat pengguna
menyimpan tas dengan loker yang mempunyai kunci sehingga lebih aman.
·
Menyediakan bard code untuk absen bagi
engguna yang sudah menjadi anggota tetap.
·
Menyediakan komputer di layanan meja
sirkulasi, untuk membantu tugas pustakawan dalam melayani peminjaman dan
pengembalian bku agar lebih cepat.
·
Menganti rak buku yang sudah rusak.
Dengan yang lebih bagus.
·
Menambah ruangan seminar dan home
teater untuk kegiatan pertemuan, kegiatan seminar ataupun work shop, dan
kegiatan menonton film bersama.
·
Pengaturan tata ruang di perpustakaan
harus lebih baik lagi dan lebih menarik serta membuat pengguna merasa nyaman
dan betah berada di perpustakaan, seperti contohnya sebagai berikut :

Mengganti ruang baca yang sebelumnya terlihat gelap dan suram dengan
ruang baca seperti pada gambar, dengan kursi dan meja yang menarik dan warna
yang cerah dapat membuat pengguna merasa nyaman dan betah apalagi jika terdapat
AC di dalam ruangan tersebut, ruang baca ini juga bisa di gunakan untuk
berdiskusi sehingga perpustakaan tidak dikenal sebagai tempat dimana
orang-orang harus mengunci mulutnya dan diam.
Menyediakan juga ruang baca santai, dan tenang, jika ruang baca di gambar
atas dapat digunakan untuk berdiskusi, ruang baca yang satu ini digunakan untuk
pengguna yang ingin bersantai dan membaca bacaan yang ringan dan butuh
ketenangan bahkan bagi pengguna yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi.
menyediakan ruang multimedia dan OPAC seperti gambar disamping, yang
terdapat juga fasilias jaringan internet gratis, sehingga pengguna bisa
mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah.
Penataan ruang bahan koleksi buku yang menarik seperti pada gambar di
samping, sehingga membuat pengguna merasa nyaman da n ada sesuatu hal yang
membuatnya menarik, dan penataan penyimpanan bahan pustaka seperti ini
memudakan pengguna cepat dalam mencari bahan pustaka yang ada, karena bahan
pustaka sudah diletakkan sendiri-sendiri jadi langsung bisa ke tempat yang
dituju tanpa harus berputar-putar mencari bahan pustaka.

ruangan seminar yang dapat digunakan untuk pertemuan, workshop bahkan
seminar yang dapat digunakan untuk menarik minat pengunjung.

ruangan home teater, ruangan ini dapat digunakan untuk kegiatan menonton
film untuk anak-anak, dengan adanya home teater dan kegiatan menonton bersama
anak-anak akan lebish tertarik dan senang pergi ke perpustakaan. Akan tetapi
sebelum masuk dan menonton anak-anak harus meminjam buku dan bukti dari
peminjaman buku tersebut digunakan sebagai tiket masuk untuk menonton.
Tempat ruang baca anak di gunakan untuk menarik minat anak-anak agar mau
datang ke perpustakaan, di ruangan ini bisa digunakan untuk kegiatan mendongeng
juga dan di desain benar-benar untuk anak-anak agar anak-anak merasa nyaman dan
betah berada di ruangan ini.
TUGAS III
STRUKTUR ORGANISASI
(PERPUSTAKAAN UMUM MERAKYAT KEPANJEN, MALANG)
![]() |















1.
Kepala Badan
Kepala
badan ataupun bisa disebut Kepala Perpustakaan, bertugas sebagai atasan yang
mengurus, memberikan perintah serta mengatur seluruh staf yang lain, kepala
perpustakaan juga memiliki wewenang untuk membuat dan mengambil keputusan dalam
setiap kegiatan yang ada. Kepala perpustakaan membawahi beberapa staf, seperti
:
2. Sekretaris
2. Sekretaris
Yang kedua setelah Kepala Badan
Perpustakaan adalah sekertaris, bagian sekertaris di di dalam perpustakaan
masuk ke bagian back office. Sekertaris
bertugas untuk mengatur segala hal yang berhubungan dengan surat-surat,
proposal, laporan pertanggung jawaban kegiatan, tugasnya memberikan nomor masuk
dan keluar pada surat, menggerjakan proposal kegiatan jika ingin mengadakan
kegiatan dan setelah itu membuat laporan pertanggung jawaban setelah kegiatan
selesai, serta mengarsip semua dokumen yang ada dan menginventaris. Dibawah
sekertaris terdiri beberapa staf yaitu:
a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Sub bagian umum dan kepegawaian
bertugas sebagai pengawas pegawai yang bertugas mengontrol dan mengawasi
pegawai yang ada, serta merancang kegiatan pelatihan untuk menunjang keahlian
pegawai perpustakaan. Bagian ini juga yang mengurusi masalah-masalah umum yang
terjadi. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian juga mepunyai tugas merekrut peawai
yang akan bekerja di perpustakaan.
b. Sub Bagian Keuangan
b. Sub Bagian Keuangan
Sub Bagian Keuangan, bagian ini
merupakan salah satu bagian terpenting di dalam semua organisasi yang ada, Sub
Bagian Keuangan sama halnya dengan bendahara yaitu brtugas untuk mengatur
segala kegiatan yang memerlukan dana, Sub Bagian Keuangan juga bertugas mencatat
uang keluar yang digunakan untuk membeli kebutuhan ataupun buku dan mengatur
serta mencatat juga uang yang masuk ke perpustakaan, seperti misalnya
mendapatan dana yang diberikan
pemerintah. Bagian keuangan tidak hanya mengatur dan mencatat uang saja akan
tetapi mempunyai tugas untuk mencari sumber dana lain dan menjalin kerja sama
dengan pihak lain dalam hal ini seprti, penerbit, percetakan, penulis dan
perpustakaan-perpustakaan lainnya,
c. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan.
Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi,
dan Pelaporan merupakan bagian back
office yang terakhir. Sub bagian ini mempunyai tugas yang pertama
perencanaan, dalam hal ini tugasnya adalah merencanakan bagaimana perpustakaan
ke depannya akan berjalan dan bagaimana membuat rencana yang dapat membuat
perpustakaan tetap berthan dan semakin maju, bagian ini juga harus mempunyai
rencana jangka pendek dan jangka panjang. Tugas yang kedua adalah evaluasi
setelah melakukan tugas pertamanya yaitu perencana dan rencana tersebut sudah
dijalankan maka setelah itu di lakukan evaluasi atas rencana yang sudah
terealisasikan, evaluasi tujuannya untuk mengetahui aakah rencana yang sudah
dibuat memberikan dampak positif atau negative dan apakah rencanan tersebut
berjalan lancer. Tugas yang ketiga yaitu pelaporan, setelah evaluasi dan
mengetahui bagaimana hasil dari rencana yang sudah di buat maka dilakukan
pelaporan kepada kepala badan perpustakaan sebagai bentuk pertanggung jawaban
atas rencana dan kegiatan yang sudah dilakukannya.
3. Bidang Pengembangan Perpustakaan
3. Bidang Pengembangan Perpustakaan
Bidang
pengembangan perpustakaan merupakan bagian front office
di dalam suatu perpustakaan, yang tugasnya berada di depan dan bertemu langsung
dengan pengguna karena itu sub bagian ini haruslah menempatkan orang-orang atau
pegawai yang ramah, dan menerapkan 3 S, senyum, sapa, dan salam.
a. Sub Bidang Pelayanan
a. Sub Bidang Pelayanan
Sub bidang pelayanan merupakan
bagian yang penting di bagian front
office karena bagian bidang ini yang bertemu langsung dengan pengguna,
bagian ini yang memberikan pelayanan, seperti yang menjaga meja sirkulasi,
menjaga bagian loker, petugas yang berdiri di setiap sekat ruangan bahan
pustaka berjaga-jaga jika ada yang bingung, petugas yang bekerja di layanan
ruang baca anak termasuk petugas yang mendongeng untuk itulah pustakawan di
harapkan juga bisa mendongeng untuk anak.
b. Sub Bidang Pengembangan.
b. Sub Bidang Pengembangan.
Sub bidang ini bertugas melakukan
pengembangan untuk perpustakaan, terutama dalam segi pelayanan, memberikan ide
dan inovasi terhadap perpustakaan untuk menarik minat pengunjung.
4. Bidang Pengolahan
Bidang
pengeolahan bertugas untuk mengelola semua bahan koleksi yang ada di
perpustakaan.
a. Sub Bidang Pengolahan & Pengelolaan.
a. Sub Bidang Pengolahan & Pengelolaan.
Sub bidang pengolahan dan
pengelolaan, tugas bagian ini yang pertama adalah mengolah bahan pustaka yang
ada sebelum di berikan kepada pengguna, di dlamnya termasuk mengklasifikasikan
buku dan memberikan penomeran, tugas yang ke dua yaitu pengelolaan yaitu
bagaimana menata bahan pustaka agar memudahkan pengguna dalam menemukan
informasi dalam hal ini yaitu menata buku-buku dalam rak, dan biasanya terdapat
pengguna yang meminjam buku dan menaruhnya sembarangan disinilah tugas
pengelolaan.
5. Bidang Arsip
5. Bidang Arsip
Di
dalam perpustakaan umum tidak haya menyimpan buku-buku ilmu pengetahuan saja,
akan tetapi juga menyimpan arsip-arsip pentin daerah dan perpustakaan umum lah
yang mengelolalanya.
a. Sub Bidang Pengumpulan & Pengelolaan Arsip
a. Sub Bidang Pengumpulan & Pengelolaan Arsip
Sub bidang pengumpulan dan
pengelolaan arsip ini yang pertama mempunyai tugas mengumpulkan arsip-arsip
daerah setelah itu tugas selanjutnya bertugas mengelola arsip tersebut, seperti
menyimpannya, dan merawatnya.
b. Sub Bidang Pelayanan Kearsipan.
Sub bidang pelayanan Kearsipan,
karena arsip daerah sangat penting untuk itu ada bagian pelayanan kearsipan yaitu
bertugas melayani siapa saja yang embutuhkan arsip dan dalam hal ini tidak bisa
sembarangan orang dapat mengambil arsip itu sendiri untuk itulah di perlukan
adanya pelayanan kearsipan karena arsip biasanya penting dan bersifat rahasia.
6. Bidang Dokumentasi
6. Bidang Dokumentasi
Tidak
hanya menyimpan buku ilmu pengetahuan, dan arsip saja akan tetapi bahan koleksi
lain yang di simpan yaitu dokumen.
a. Sub Bidang Pendokumentasian
a. Sub Bidang Pendokumentasian
Sub bagian ini bertugas melakukan
pendokumentasian segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan, tidak
hanya itu pendokumentasian juga bertugas mencari sumber informasi yang
berbentuk pendokumentasian, seperti film documenter, pidato presiden dan
lain-lain.
b. Sub Bidang Pemeliharaan & Pengendalian Dokumentasi
b. Sub Bidang Pemeliharaan & Pengendalian Dokumentasi
Sub bidang pemeliharaan dan
pengendalian dokumenasi bertugas sebagai pemelihara dan mengendalikan dokumen
ataupun hasil pendiokumentasian yang ada di perpustakaan, kenapa perlu adanya
pemeliharaan karena dokumen itu juga mudah rusak maka pelu adanya perawatan
yang dilakukan dan juga mengendalikan dokumentasi yaitu dengan melayani
pengguna yang membutuhkan dokumen.
TUGAS 4
RANCANGAN
STRATEGIS
PERPUSTAKAAN UMUM MERAKYAT KEPANJEN
A.
Dasar Rencana Strategis Perpustakaan
Di era Global seperti sekarang ini dimana perkembangan
informasi semakin cepat berkembangang, perpustakaan yang merupakan salah satu
tempat sumber informasi juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman, apalagi
dengan kemajuan teknologi yang sekarang sudah semakin maju, pengguna juga sudah
mulai beralih menggunakan internet untuk
mendapatkan informasi, jika kita tidak bisa memanfaatkan internet maka pengguna
akan beralih mengunakan internet untuk mencari informasi, untuk itulah
Perpustakaan umum berusaha untuk menjadi salah satu perpustakaan yang dijadikan
pengguna sebagai tempat untuk mencari informasi. Salah satu alternatifnya
adalah dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Perpustakaan umum merupakan tempat dimana tidak hanya
layanan perpustakaan saja yang diberikan akan tetapi juga layanan di bidang
kearispan untuk itulah perpustakaan umum dimana semua layanan tersebut dapat
membantu masyarakat dalam mencari dan menemukan informasi. Untuk itulah
perpustakaan umum harus melakukan suatu perubahan untuk dapat memberikan
informasi yang cepat dan dapat memberikan layanan yang maksimal dan memuaskan
untuk pengguna dan masyarakat luas.
Salah satu tujuan dalam renstra Perpustakaan Umum
Merkayat Kepanjen Malang adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat secara
optimal sesuai dengan tuntutan dari Visi, Misi, Tugas dan Fungsi. Hal ini
karena Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen Malang mempunyai tugas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat
khususnya dalam hal pelayanan perpustakaan dan kearsipan.
Tujuan
·
Untuk merencanakan perubahan dalam lingkungan yang semakin kompleks
·
Untuk mengelola keberhasilan dan memberi orientasi pada pelayanan prima (
service of excellence )
·
Meningkatkan komunikasi dan produktifitas
·
Menjamin efektifitas penggunaan sumber - sumber organisasi .
Manfaat
·
Berguna bagi perubahan dalam lingkungan yang semakin kompleks.
·
Berguna bagi keberhasilan dan memberi orientasi pada peayanan prima (
service of excellence )
·
Berguna untuk meningkatkan komunikasi dan produktifitas.
·
Berguna untuk efektifitas pengguna sumber-sumber organisasi.
Visi
Visi
Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen sama dengan visi Badan Perpustakaan, Arsip
dan Dokumentasi Kepanjen, kenapa tidak ada perubahan karena visi ini sudah
mencakup dari keinginan yang ingin di wujudkan oleh Perpustakaan Umum Merakyat
Kepanjen. Terwujudnya Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi
Sebagai Sarana Informasi Dalam Meningkatkan Ilmu Pengetahuan Bagi Masyarakat
Kabupaten Malang. Visi
ini bisa dijelaskan sebagai berikut :
·
Perpustakaan umum tidak
hanya menjadi pusat sumber informasi ilmu pengetahuan saja akan tetapi juga
dapat enyimpan arsip dan dokumentasi juga.
·
Perpustakaan yang
merupakan sumber informasi juga mempunyai peranan dalam meningkatkan ilmu
pengetahuan bagi masyarakat.
·
Perputakaan yang juga
sebagai penunjang pendidikan juga harus bisa menjadi sarana sumber informasi
bagi masyarakat.
Misi
Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen juga memiliki beberapa
misi yang merupakan gabungan dari misi Badan Perpustakaan, Arsip, dan
Dokumentasi dan Perpustakaan Umum Kepanjen. Beberapa misi tersebut sebagai berikut
:
a. Mewujudkan peningkatan pengelolaan
perpustakaan, arsip dan dokumentasi.
b. Mewujudkan peningkatan pelayanan
kepada masyarakat.
c. Mewujudkan peningkatan kualitas
sumber daya manusia;
d.
Mewujudkan peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana.
e. Menyediakan hasil sumber informasi
yang menunjang peningkatan kualitas
pendidikan
yang berbasis teknologi.
Tugas
dan Fungsi
Tugas
- Melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bidang Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
- Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugas dan kewenangannya.
Fungsi
- Pengumpulan, pengelolaan dan pengendalian data berbentuk data base serta analisa data untuk menyusun program kegiatan ;
- Perencana strategis pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
- Perumusan kebijakan teknis bidang Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
- Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
- Pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan bidang Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
- Pelaksanaan standar pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan dalam bidang Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
- Penyelenggaraan urusan kesekretariatan pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
- Pembinaan UPT ;
- Pengkoordinasian integrasi, sinkronisasi pelaksanaan kegiatan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi di lingkungan Pemerintah Daerah ;
- Pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
- Penggunaan dan pelaksanaan kerja sama dengan masyarakat, Lembaga Pemerintah dan lembaga lainnya ;
- Penyelamatan, pelestarian dan pengamanan arsip dan koleksi nasional ;
- Pengawasan/supervisi terhadap penyelenggaraan kearsipan Perangkar Daerah, Kecamatan dan Desa/Kelurahan ;
- Penyusunan perumusan kebijakan penilaian dan penetapan angka kredit Pejabat Fungsional Pustakawan dan Arsiparis.
Tujuan dan Sasaran
Adapun tujuannya adalah sebagai
berikut:
Untuk menjadikan perpustakaan yang
terbaik dalam penyebar luasan sumber informasi berbasis tenologi dan banyak
diminati serta berguna untuk penggunanya.
Sedangkan sasarannya adalah sebagai
berikut:
Sasaranya adalah pengguna
yang merupakan masyarakat yang membutuhkan informasi yang akan diberikan oleh
perpustakaan dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Analisis Situasi
Tahapan yang perlu dilakukan untuk mengetahui dan melihat kompleksitas permasalahan yang
dihadapi lingkungan yang bersifat strategis serta seberapa besar pengaruhnya
terhadap kebutuhan pelayanan di Badan Perpustakaan, Arsip dan
Dokumentasi adalah melalui pendekatan Analisis
SWOT (Kekuatan / Strengths, Kelemahan / Weaknesses,
Peluang/ Opportunities, Ancaman/Treaths). Lingkungan dimaksud secara
terstruktur adalah pengaruh lingkungan internal organisasi yang terdiri atas
dua faktor strategi yaitu kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknneses) serta berupa pengaruh lingkungan eksternal
organisasi yang terdiri atas dua faktor strategi yaitu peluang (opportunities)
dan ancaman (threaths),
berikut penjelasannya :
1. Faktor
Internal
Kekuatan ( Strength
)
Faktor - Faktor yang mendukung dalam melaksanakan kegiatan baik dalam kelembagaan
maupun program dalam pelayanan publik bagi Badan Perpustakaan , Arsip dan
Dokumentasi adalah :
- Adanya Undang - Undang 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Undang - Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Ketentuan -Ketentuan Pokok Kearsipan, Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Malang Nomor 33 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi
- Tersedianya buku Perpustakaan
- Tersedianya Anggaran
- Lokasi Kantor sangat strategis dan mudah terjangkau.
i.
Sudah mulai meningkatnya minat membaca
dikalangan siswa dan masyarakat di sekitar perpustakaan.
j.
Mempunyai gedung yang cukup luas.
Kelemahan ( Weakness )
- Kurangnya jumlah dan kualitas pegawai yang mempunyai kompetensi di bidang perpustakaan dan kearsipan
- Belum memadainya sarana dan prasarana
- Belum tersedianya Depo Penyimpanan Arsip
- Terbatasnya kesempatan mengikuti Diklat Tehnis.
i.
Tenaga pustakawan yang cuek dan tidak
ramah.
j.
Kurang adanya manajemen yang baik
dalam pengelolaan perpustakaan.
k.
Kurang beragamnya bahan koleksi yang
ada.
l.
Kurang menariknya stuktur penataan
ruang di perpustakaan tersebut.
m.
Tidak adanaya penggunaan yang berbasis
teknologi dalam kegiatan di perpustakaan.
2. Faktor Eksternal
:
Peluang ( Opportunity )
- Meningkatnya kepercayaan dan dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi dan Kepala Daerah
- Jumlah penduduk Kabupaten Malang cukup besar, sebagian besar berpendidikan
- Banyaknya lembaga pendidikan formal dan non formal .
- Banyaknya Arsip/Dokumentasi di Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) .
- Lokasi Kantor berada di Ibu Kota Kabupaten.
- Era Informasi Teknologi yang sangat mendukung untuk program pelayanan.
Tantangan ( Threat )
- Belum memasyarakatnya budaya membaca ;
- Kurangnya kesadaran/tertib Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terhadap pentingnya pengelolaan Arsip/Dokumentasi;
- Kurangnya tenaga trampil dalam menghadapi era informasi teknologi, dimana tenaga yang berkemampuan IT sangat diperlukan untuk meningkatkan pelayanan.
B.
Kebijakan Strategis, Program dan
Kegiatan Perpustakaan
1. Struktur Organisasi
Kebijakan tentang penetapan
struktur organisasi dan mekanisme yang terdapat di Badan Perpustakaan, Arsip
dan Dokumentasi kepanjen tidak perlu dirubah, karena sudah baik, akan tetapi di
Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen bukan struktur organisasi dan mekanisme
kerjanya yang dirubah, tetapi perekrutan tenaga kerjanya yang perlu dirubah dan
untuk menciptakan perpustakaan yang diminati perlu diadakannya penggantian
pegawai dan penambahan pegawai. Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen berusaha
menjadi perpustakaan yang berbasis IT untuk itulah perlu adanya penambahan
pegawai kerja yang ahli di bidang perpustakaan dan juga mengerti tentang IT,
dan juga perlu adanya penambahan karyawan yang memiliki sikap ramah yang dapat
menerapkan 3 S yaitu senyum, sapa dan salam, serta perlu adanya penambahan
pegawai perpustakaan untuk mengurus ruang baca anak dan dapat mendongeng serta
memiliki kepribadian dekat dengan anak-anak.
Struktur suatu organisasi akan berimplikasi pada tugas, tanggung
jawab serta wewenang yang dimiliki oleh pejabat yang menempati jabatan
struktural yang tertuang dalam deskripsi kerja. Untuk itulah uraian di atas
yang perlu di perhatikan oleh pimpinan dalam perekrutan tenaga kerja yang akan
di lakukan, perlu adanya analisis yang tepat pegawai apa sajakah yang
diperlukan dan dibutuhkan dalam perpustakaan.
Kebijaksanaan Strategis
Berdasarkan
analisis terhadap faktor lingkungan dalam dan luar perpustakaan, maka dapatlah
dirumuskan beberapa kebijakan strategis sebagai berikut :
Kebijakan internal organisasi
1.
Penataan
manajemen (restrukturisasi organisasi dan mekanisme kerja perpustakaan)
2.
Peningkatan
kualitas SDM, penambahan pegawai di perpustakaan dengan pustakawan yang memiliki keahlian di bidang mengelola
perpustakaan, mengerti dengan IT serta pustakawan yang dapat mendongeng.
Melihat SDM merupakan salah satu bagian yang terpenting untuk kelancaran suatu
perpustakaan, dengan meiliki pustakawan yang ahli dan terampil maka perpustakaan
itu akan lebih berkembang lagi.
3.
Penataan
Struktur Ruangan di Perpustakaan, perpustakaan yang nyaman dan membuat pengguna
merasa betah adlah perpustakaan yang memiliki penataan ruang yang menarik dan
cahaya matahari yang masuk banyak, untuk itu penataan ruang perpustakaan juga
harus di perhatikan, bagaimana membuat ruang baca dan bahan koleksi semenarik
mungkin sehingga dapat menarik minat pengguna untuk datang dan membaca.
4.
Pembinaan
dan pengembangaan koleksi perpustakaan, salah satu cara menarik pengunjung
untuk datang ke perpustakaan adalah lengkap dan beragamnya bahan koleksi di
perpustakaan, karena semakin lengap dan beragamnya sumber informasi yang ada di
perpustakaan akan membuat pengguna datang ke perpustakaan.
Kebijakan Eksternal
1. Promosi Perpustakaan
Promosi
perpustakaan dapat dilakukan dengan :
a. Membangun Citra Perpustakaan
Membangun
citra perpustakaan bisa dilakukan dengan beberapa cara salah satunya dengan
memberikan nama yang unik dan menarik seperti pemberian nama Perpustakaan Umum
Merakyat Kepanjen, dengan pemberian nama seperti ini masyarakat akan tertarik
dan penasaran sehingga datang berkunjung ke perpustakaan. Dan juga mulai
mengenalkan perpustakaan melalui blog, web dan jejaring social seperti
facebook, twitter dan yang lainnya melihat
masyarakat sekarang lebih cenderung menggunakan media jejaring social.
b. Pengembangan perpustakaan dengan
berbasis IT, perpustakaan sebagai sumber informasi agar tidak ketinggalan zaman
perlu adanya perubahan juga yaitu dengan perpustakaan yang berbasis IT dan
menerapkan IT pada aktivitas yang dii lakukan oleh perpustakaan.
c. Menjalin hubungan dengan pihak lain,
untuk terus berlangsungnya perpustakaan perlu melakukan adanya kerja sama
dengan pihak lain, seperti contohnya YPPI (yayasan pengembangan perpustakaan
Indonesia), perpustakaan kota Malang, serta penerbit yang ada di Indonesia,
karena dengan adanya kerja sama ini akan membawa dampak yang menguntungkan bagi
perpustakaan.
Ruang Perpustakaan
Untuk
menarik minat pengguna penataan ruang harus lah di buat semenarik mungkin,
beberapa rencana yang perlu dilakukan sebagai berikut ;
·
Ruangan, ruangan dalam perpustakaan di bagi menjadi dua lantai,
lantai dasar untuk layanan meja sirkuasi, tempat absensi, ruang seminar serta
ruang home teater dan loker, serta ruang baca anak. Lantai ke-dua digunakan
untuk bahan koleksi dan ruang baca.
·
Pencahayaan, pencahayaan yang cukup akan lebih membuat pengguna
merasa nyaman dengan membangun beberpa jendela yang meiliki ukuran sedikit
besar.
·
Ruang baca, ruang baca di bagi menjadi 3 ruang baca, ruang baca
yang pertama di biarkan seperti tempat terbuka dengan kursi dan meja yang dapat
di jadikan tempat diskusi, yang ke-dua ruang baca yang sedikit tertutup dan
lebih santai untuk pengguna yang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi yang
tinggi, ke-tiga ruang baca anak yang di desain khusus untuk anak-anak dengan
hiasan dan ornamen-ornamen untuk anak-anak serta dengan berbagai macam warna
serta mainan untuk anak.
·
Suhu yang cukup bisa diguakan, seperti jika udara sedang panas
bisa menggunakan AC, akan tetapi jika udara dingin AC bisa dimatikan.
·
Desain perpustakaan untuk divabel, seperti menyediakan tangga yang
datar.
·
Pembagian ruangan, terdapat ruangan seminar yang dapat digunakan
untuk pertemuan, seminar ataupun workshop, dan ruangan home teater yang dapat
digunakan untuk menonton bersama.
Perabot dan Peralatan
Perabot dan peralatan yang ada menggunakan perabotan yang menarik, seprti
kursi dan meja di ruang baca, si buat semenarik dan senyaman mungin dengan
warna-warna yang juga menarik. Untuk ruang baca anak menggunakan perabot dan
peralatan yang dapat menarik minat anak-anak, serta menambahkan peralatan yang
berbasis IT.
Program Kerja
Perpustakaan
Program kerja perpustakaan untuk kedepannya adalah:
·
Menambahkan
layanan ruang baca anak
·
Menambahkan
layanan mendongeng
·
Menambhakan
kegitan yang dapat menarik pengunjung seperti, pengadaan seminar, workshop,
diskusi, bedah buku, dll.
·
Menambahkan
layanan mendongeng untuk anak.
·
Menambahkan
layanan perpustakaan yang berbasis IT.
Penutup
Perpustakaan
umum merupakan salah satu sumber informasi bagi masyarakat umum yang dapat di
manfaatkan secara gratis, sebagai sumber refereni, sumber ilmu pengetahuan,
pendidikan, sebagai tempat rekreasi, serta sebagai tempat pembelajaran kebudayaan
seperti yang tertuang dalam, visi, misi, dan tujuan perpustakaan, untuk itu
rancangan strategis ini hanyalah usulan saja, akan terlaksanan jika adanya
kerja sama yang baik antar pegawai perpustakaan,struktur organisasi dan niat
yang kuat dari pustakawan untuk membangun dan menciptakan perpustakaan seperti
uraian di atas.
Beberapa
butir pentig yang dapat dijadikan sebagai literatur :
·
Perbaikan
struktur organisasi serta penambahan SDM yang benar-benar ahli dalam bidang
perpustakaan.
·
Menambahkan
layanan yang dapat menarik minat pengunjung untuk datang.
·
Menata
kembali struktur penataan ruangan yang ada di perpustakaan agar terlihat
menarik bagi pengguna.
·
Menjadikan
perpustakaan yang berbasis IT.
·
Menambahkan
layanan untuk divabel.
Rancangan
strategis di atas merupakan rancangan yang tidak permanen, artinya
rancangan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu menikuti
perkembangan yang juga sering berubah-ubah, maka rancangan strayegis di atas
dapat dikondisikan menurut waktu yang ada.
Kami
berharap usulan rencana strategis dan program kerja ini mempunyai nilai manfaat
bagi perpustakaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai perpustakaan umum.
TUGAS 1. OBSERVASI PERPUSTAKAAN UMUM
TUGAS 2. PERENCANAAN PERPUSTAKAAN
TUGAS 3. PENGORGANISASIAN PERPUSTAKAAN
TUGAS 4. RENCANA STRATEGI PERPUSTAKAAN
Paper ini disusun untuk memenuhi tugas
matakuliah Manajemen dan Organisasi Lembaga Informasi yang dibina
Anita Tri Widiyawati,S.S.,MA
Oleh
Rani
Auliawati Rachman
125030700111002

Program
Studi Ilmu Perpustakaan
Fakultas
Ilmu Administrasi
Universitas
Brawijaya
Juni
2013
