Minggu, 14 Juli 2013

Cerpen - Cinta Menghasilkan Penyesalan

Cinta Menghasilkan Penyesalan


Kisah putri Nyale, kisah ini berasal dari daerah Nusa Tenggara Barat, di kisahkan hiduplah seorang putri yang cantik jelita, kecantikannya sangat mempesona, sehingga membuat dua pangeran yang berwajah tampan jatuh hati kepada putri Nyale, bahkan kedua pangeran ini rela bersaing untuk mendapatkan putri Nyale. Akan tetapi, putri Nyale tidak mau ada yang tersakiti hanya untuk memperebutkan dirinya, untuk itu putri Nyale memilih untuk mengakhiri hidupnya dari pada putri Nyale harus memilih salah satu dari mereka.
Nah, kisah aku itu hampir mirip sama kisah putri Nyale, di garis bawahi hampir mirip bukan mirip, kenapa aku bilang hampir mirip karena di zaman modern seperti sekarang ini gak mungkinlah ada cewek yang di rebutin sama dua orang cowok ganteng yang terus memilih mengakhiri hidupnya, yang ada cewek zaman sekarang itu malah seneng kalau di perebutkan sama dua cowok ganteng, karena itu berarti ceweknya itu termasuk salah satu cewek tercantik dan popular, siapa coba yang gak bangga. Emang sih aku gak secantik putri Nyale, tapi banyak orang yang memuji aku cantik, walaupun aku ngerasa biasa-biasa aja. Kisahku dimulai saat aku selesai makan siang bersama sahabatku Merry, biasanya kami ngak pernah makan di warung depan kampus, tapi hari itu aku ingin sekalli mencoba makan makanan di warung depan kampus, dan mungkin udah rezeki dari yang di atas saat ingin menyebarang jalan untuk balik ke kampus, aku bertemu dengan pangeran tampan itu, karena jalanan sangat ramai dia membantu kami untuk menyebarang jalan entah karena kebetulan dia juga akan menyebrang jalan atau aku yang merasa ke GR-an, tapi semenjak hari itu aku langsung jatuh cinta, cinta pandangan pertama.
Cuaca sangat panas hari ini, biasanya matahari yang bersembunyi di balik awan kali ini sedang ingin memperlihatkan dirinya,sehingga membuat semua orang yang berada di bawahnya mengeluh tiada henti, termasuk sahabatku Merry yang tidak tahan dengan suasana yang panas. “Haduh nih dosen kapan kelarnya sih nge?” Keluh Merry sambil tangannya sibuk mengipasi dirinya. “Bentar lagi, kurang 5 menit, eh ntar makan yuk, laper nih aku” Ajak ku pada Merry yang langsung di iya kan dengan mengangguk beberapa kali. 5 menit berlalu, akhirnya mata kuliah yang membosankan itu selesai juga, “Kita mau makan dimana nih Nge?” Tanya Merry. “gimana kalau di warung depan kampus?” Usulku pada Merry. “ Apa? Panas-panas gini kamu ngajakin makan di depan kampus, ya ampun Inge neraka tuh lagi bocor sekarang?” protes Merry tidak setuju. “Ayolah Mer, mau yah” rayuku. “ Kenapa ngak di kantin kampus aja sih? Kamu kan juga cewek yang anti panas, tumben nih, hayo ada apa?” Tanya Merry curiga. “ Hahaha. Kamu emang tau aja deh Mer, iya kamu pasti tau lah, siapa tau aja ketemu ma cowok yang kemari” jawabku tersipu. “Udah ah ayok cepetan jalan” tambahku lagi sambil bergegas memasukkan buku.dan beranjak pergi “ Kamu serius suka sama cowok yang kemarin Nge? Terus Galuh mau kamu gimanain?” Tanya Merry sambil mengikuti langkahku. “ Ya gak gimana-giman, lagian aku sama Galuh itu kan gak ada apa-apa, cuman deket aja” belum selesai aku melanjutkan pembicaraan, tiba-tiba cowok yang mempunyai postur tubuh tinggi itu sudah berdiri di depan pintu yang membuat aku dan Merry menghentikan langkah. “ Wah panjang umur nih anak” kata Merry. “ Hayo pasti abis ngomongin aku ya?” Tanya Galuh sambil tersenyum. “Ada apa luh?” tanyaku tak menjawab pertanyaannya. “ Ngak cuman mau mastiin aja ntar malem kita jadi kan nonton?”. “ Emm gimana ya, liat ntar aja deh, ntar aku kabarin lagi” jawabku cuek.”Ya udah, aku duluan, yuk Mer” tambahku sambil berlalu meninggalkan Galuh.
Seperti biasa warung di depan kampus ini sangat ramai, karena harganya yang murah dan makananya yang enak membuat warung ini selalu di sesaki oleh penghuni kampus yang ingin berhemat, untung aja aku dan Merry masih kebagian tempat. “ Kamu mau makan apa? Biar sekalian aku yang mesenin?” “aku mesen soto ayam sama es jeruk deh” jawab Merry yang masih memegang kipas di tangannya. “Ya udah  tunggu bentar”. Karena di warung ini tidak ada pelayan yang mengantarkan makanan jadi pembeli harus mengambil makanannya sendiri, sambil menunggu aku mengecek HP mungkin saja ada sms, tepat saat itu cowok yang kemarin juga sedang memesan makanan. Hari ini bener-bener hari keberuntungan aku, ini kesempatan yang bagus banget batinku dalam hati, jadi aku memberanikan diri untuk mengajaknya mengobrol.     “ Eh kamu kan yang kemarin ngebantuin aku nyebrang kan?” tanyaku ramah sambil memperlihatkan senyuman terbaikku. “ Aku belum sempet ngucapin terima kasih kemarin” tambah ku lagi. “ Oh iya, sama-sama, kebetulan kemarin aku juga mau nyebrang jalan juga kok” jawabnya. ‘tuh kan akunya aja yang ke GR-an’ batin ku dalam hati. “ Ow ya, aku Inge,” kataku memperkenalkan diri.” Aku Andre” jawabnya, dan percakapan pun terus berlanjut sampai kami sepakat untuk bertukar nomer HP bertepatan dengan datangnya makanan pesanan kami. Kami pun berpamitan dan kembali ke meja masing-masing.
Semenjak pertemuan kami, aku semakin sering berhubungan dengan dia, bahkan beberapa kali kami keluar bersama, Andre juga sempat mengatakan kalau dia sayang sama aku tapi aku belum memberinya jawaban yang pasti. Kami berdua semakin sering jalan-jalan atau hanya sekedar nonton, Galuh yang dari awal dekat denganku sekarang mulai aku jauhi, sampai suatu hari selesai aku nonton film bersama Andre aku bertemu dengan Galuh dan teman-temannya. Galuh langsung menghampiriku dan Andre yang baru saja keluar dari bioskop.            “ Berani-beraninya kamu ngedeketin Inge” bentak Galuh tanpa basa-basi. “Galuh” pekikku terkejut. “ Kamu tuh ngak ada bosennya ya nyarik maslah sama aku?” tanya Galuh kepada Andre. Yang ditanya hanya diam saja, membuat Galuh tambah geram, “Mulai sekarang kamu jangan coba-coba ngedeketin Inge lagi” bentaknya dengan geram.”Emang kamu siapanya dia, hah?” Tanya Andre dengan tenang dan santainya, aku sedikit kagum Andre tidak terpancing emosinya.” Dia cewek aku, ngerti!” jawab Galuh yang spontan membuat aku menoleh ke arahnya, belum sempat aku membuka mulut, Galuh langsung menarik tanganku dan menyeret aku pergi dengan kasar, meningalkan Andre yang terlihat sama kagetnya dengan ku. Aku meronta sepanjang perjalan menuju sepeda motornya. “Galuh lepasin aku” teriakku berusaha melepaskan gengaman tangan Galuh, tapi Galuh tidak mengubrisnya, bahunya terlihat menegang, kelihatan sekali kalau dia sedang marah. Galuh mengantarkan aku pulang, sepanjang perjalanan dia tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Sesampainya di depan rumah Galuh baru mau bicara “ Inge kamu bener-bener ngecewain aku, kamu tau kan kalau aku sayang sama kamu, jadi ini yang ngebuat kamu ngejauh dari aku” katanya, raut mukanya sudah tidak menegang lagi, sepertinya dia sudah bisa mengendalikan amarahnya tapi jelas sekali terlihat ekspresi kecewa yang mendalam, ini membuat aku sedikit merasa bersalah kepadanya. “ Tapi kali ini aku gak bakalan mengalah sama cowok itu lagi.” Tambahnya. “ Maksud kamu apa?” Tanyaku ngak mengerti. “ Udah malem, cepet masuk terus istirahat” katanya tidak  menjawab pertanyaanku, Galuh menghidupkan motornya dan berlalu begitu saja, membiarkan aku bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
Sesampainya di kamar aku langsung menelpon Andre. Dan menjelaskan semuanya, kalau aku dan Galuh hanya sekedar teman, untungnya Andre mengerti, karena dia sudah mengenal sifat Galuh yang seperti itu, yang ternyata mereka dulunya bersahabat, tapi karena masalah cewek mereka menjadi musuhan, dan hal yang sama sekarnag terulang kembali, kata Andre sebelum mengakhiri perbincangan kita.
Aku tidak bisa tidur nyenyak, aku memikirkan semua yang terjadi, tapi jika harus memilih aku lebih memilih Andre daripada Galuh, karena aku lebih merasa nyaman bersama Andre, dan aku meutuskan untuk mengatakan hal itu kepada mereka berdua besok.
Besoknya kami bertiga bertemu, terasa sekali suasana sangat tidak nyaman, maka aku memutuskan untuk cepat memulai dan mengalhirinya. “ Aku harap kalian menerima keputusanku” kataku memulai pembicaraan, aku menarik nafas panjang “Aku udah ngambil keputusan, kalau aku lebih milih Andre, aku bener-bener minta maaf sama kamu luh, aku harap kamu ngerti”. “ Bruk!” Galuh memukul meja dengan keras. “ Ngak bisa gitu Nge, kamu inget kan kata-kataku tadi malem” katanya dengan nada tinggi,” Ini gak adil, yang deket sama kamu duluan kan aku” tambahnya lagi masih dengan nada yang tinggi. “ Aku tau, tapi ini udah keputusan aku, aku harap kamu ngerti”. “ Aku gak bisa terima gitu aja” bantah Galuh. “ Gimana kalau kita balapan motor, seperti dulu, yang menang boleh ngedeketin Inge yang kalah harus ngejauhin dia” tantang galuh kepada Andre.” Kamu yakin kali ini bisa menang” jawab Andre sambil tersenyum meremehkan. “ Sialan, dulu aku mungkin kalah sama kamu, tapi sekarang aku gak bakalan kalah” jawab Galuh yakin. Aku masih terdiam mendengar percakapan mereka berdua, itu artinya aku bakalan di buat bahan taruhan, apa-apaan mereka, sebelum aku angkat bicara, Andre memulai duluan. “ Oke kalau gitu, nanti malam aku tunggu di tempat biasa” jawab Andre menerima tantangan Galuh, aku tidak percaya mendengar perkataan Andre, aku menatap dua cowok itu bergantian, “ Kalian itu apa-apaan sih” bentakku tak setuju. “ Kalian pikir aku barang apa di buat taruhan” bentakku lagi semakin marah. “ Maaf beib, tapi itu cara kami menyelesaikan maslah” jawab Galuh dengan santainya. Aku tak percaya dengan apa yang aku dengar, aku bangkit dari tempat duduk dan berlari meninggalkan mereka berdua, aku marah, sedih kecewa, campur aduk menjadi satu, aku berlari sampai tak terasa air mata ini mengalir membasahi pipiku.
Sesampainya di rumah aku menagis sejadinya, meluapkan rasa kecewa dan marahku dengan memuluk-mukul bantal, sampai akhirnya aku tertidur,. Aku terbangun, kulihat langit sudah berganti warna menjadi gelap dan bertaburan cahaya, kulihat jam menunjukkan pukul 8 malam, aku berbaring terlentang, memikirkan apakah mereka berdua benar-benar melakukan tindakan konyol yang mereka rencanakan tadi siang. Aku sengaja mematikan ponselku, agar mereka berdua sadar kalau aku tidak suka dengan ide konyol mereka, melakukan hal berbahaya hanya untuk seorang cewek, lalu aku terdiam, seandainya aku tidak serakah dekat dengan dua cowok sekaligus hal ini tidak akan terjadi. Aku merasa bersalah, aku bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, kemudian aku menelfon Merry dan mengajaknya untuk melihat mereka berdua balapan. Aku berniat untuk menghentikan mereka berdua, semoga saja belum terlambat batinku dalam hati.
Sesampainya disana ternyata mereka berdua serius dengan perkataan mereka, aku melihat Andre dan Galuh sudah bersiap di atas motor merka masing-masing, terlambat pikirku untuk menghentikan mereka berdua. Balapan pun di mulai, awlany mereka seri, tidak lama Andre menyalip dan memimpin, di saat putaran terakhir, Galuh mempercepat laju motornya, dan kejadian itu berlangsung sangat cepat, Galuh menabrakan sepedanya ke sepada Andre, membuat Andre kehilangan keseimbangan dan terjatuh, sepedamotornya menyeret tubuh Andre dan membentur trotoar. Aku memekik keras dan langsung berlari menuju Andre. Aku lihat tubuh Anre yang terkapar dengan bersimpuh darah, aku berlutut memeluk Andre sambil berteriak minta tolong, air mata membasahi kedua pipiku mengalir deras, “Ndre, bertahanlah, aku mohon” pintaku sambil terisak. Tanganya yang merah penuh darah memegang pipiku “Maaf ya aku kalah” katanya lemah “ Tapi bukan berarti aku gak sayang sama kamu” tambahnya. “Bodoh, kamu jangan banyak bicara dulu” perintahku. “Inge, aku sayang kamu” tambahnya lagi, dan kemudian Andre terdiam, dadanya sudah tidak naik turun lagi. Aku menguncang-guncangkan tubuhnya dan memanggilnya, tapi tidak ada respon, Andre sudah tidak bernafas lagi. Air mata ini semakin deras mengalir saat aku menyadiri jiwa Andre sudah tidak bersamaku lagi.
Setelah kejadian naas itu, Andre dimakamkan, aku pergi mengantarkan jasadnya ke peristirahatan terakhirnya, dan Galuh di masukan ke dalam penjara karena dengan sengaja menabrakan sepeda motornya sehingga membuat Andre meninggal. Aku berfikir mungkinkah seharusnya dari awal aku mengambil keputusan seperti putri Nyale, yang mengakhiri hidupnya agar tidak ada yang tersakiti? Aku baru menyadari apa yang aku anggap bodoh saat pertama kali mendengar kisah putri Nyale yang mengakhiri hidupnya hanya untuk menghindari dua orang tersakiti, sekarang aku baru menyadari maksud dari keputusan yang sudah di ambil oleh putri Nyale, tapi apa gunanya menyadarinya sekarang semua sudah terlambat, hanya penyesalan yang aku rasakan sekarang, kehilangan orang yang aku cintai untuk selamanya.
---------THE END------------