Minggu, 03 Maret 2019

Seabad lalu, tepatnya tahun 1873, Melvil Dewey mengelompokkan pengetahuan dan karya manusia menjadi sepuluh golongan besar yang masing-masing diwakili oleh tiga digit Arabic number. Sepuluh golongan tersebut adalah 000 (Generalities), 100 (Philosophy), 200 (Theology), 300 (Sociology), 400 (Philology), 500 (Natural Science), 600 (Useful Arts), 700 (Fine Arts), 800 (Literature), 900 (History), yang kemudian lazim disebut sebagai ‘DDC’ (Dewey Decimal Classification atau Klasifikasi Persepuluhan Dewey).
Apa yang terjadi seandainya serangkaian angka-angka itu mendadak ‘Hidup’ dan menggiring masuk ke dalam ruang dan waktu yang bergulir tak menentu akibat sebuah Virtual Reality Game? Berbagai peristiwa bersejarah kembali menyeruak hadir. Seakan mengingatkan bahwa masa lalu sebenarnya tidak pernah pergi jauh. Kemarin, hari ini, esok hari, semua memang akan menjadi sejarah. Namun bukan berarti sejarah yang telah lewat akan dilupakan begitu saja. As a wise man say: “Jangan pernah melupakan sejarah!”. Dan dari sinilah kisah ini bermula…


‘The DDC Game’ mungkin bagi orang awam yang tidak bersekolah di jurusan Ilmu Perpustakaan ataupun bukan seorang pustakawan akan menganggap DDC adalah nama sebuah game. Tapi saya yakin bagi seorang mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan mendengar kata DDC maka akan ada lenguhan napas panjang yang terdengar, bagaimana tidak jika bertemu DDC itu artinya mata kuliah Klasifikasi. Klasifakasi seperti yang kita tahu adalah penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standart yang di tetapkan. Nah di perpustakaan untuk mengklasifikasinya menggunakan sistem yang di sebut DDC. Jadi sebelumnya buku di taruh berjajar rapi di rak oleh pustakawan, buku-buku tersebut terlebih dahulu di klasifikasi sesuai dengan bidang pengelompokannya. Tapi tidak semudah itu mengelompokkannya. Butuh waktu yang cukup panjang dan ekstra, jadi kalau kalian pernah melihat sederet angka yang berada di bawah punggung buku itu lah yang disebut dengan nomor klasifikasi, dimana untuk mendapatkan nomor-nomor itu harus menggunakan 4 buku DDC yang subhanallah tebalnya plus buku tajuk subjek dan thesaurus. Sebenarnya sistem pengklasifikasian di perpustakaan tidak hanya menggunakan sistem DDC saja tapi ada juga LCC (Library of Congress Classification) dan UDC ( Universal Decimal Classification) tapi beberapa perpustakaan lebih banyak menggunakan DDC untuk mengklasifikasi.


Novel ‘The DDC Game’ karya pak Rotmianto memang menganggkat dari sistem DDC yang kemudian di jadikan sebuah tema novel action. Sebuah ide yang sangat jenius menggunakan kegiatan mengklasifikasi di perpustakaan dengan menggunakan DDC dan menggabungkannya dengan  sebuah game. Mungkin ini bisa di coba walaupun sekarang sudah ada sistem E-DDC  dimana mengklasifikasi secara digital tanpa harus repot-repot mencari satu-satu di 4 buku tebal. Lewat ‘The DDC Game’ Pak Rotmianto berhasil mengkampanyekan profesi pustakawan, sangat jelas dalam mengisahkan karakter Ian yang merupakan seorang pustakawan secara tidak sengaja mengklik link berpa tautan untuk bermain game, di bawa oleh rasa penasaran karena menemukan permainan game yang sesuai dengan profesi pekerjaannya Ian pun mengklik tautan tersebut sehingga permainan pun di mulai.


The DDC Game menceritakan kisah seorang pustakawan bernama Ian yang terjebak dalam sebuah permainan game bernama The DDC Game. Permainan game yang mengharuskan pemainnya untuk menjawab pertanyaan dari klasifikasi sebuah buku tertentu. Menurutku mungkin ini cara yang menyenangkan untuk belajar mengklasifikasikan buku. hehe Dalam cerita ‘The DDC Game’ Ian tidak hanya sendirian tapi juga di temani oleh Alyssa seorang mahasiswi Library and Information Science di City University of London yang juga ikut terseret dalam permainan game tersebut. Alyssa seorang pustakawan yang ketika berkenalan dengan karakter ini saya bisa bilang beginilah harusnya seorang pustakawan itu, Alyssa penggambaran profesi pustakawan yang sebenernya. Namanya saja Virtual Reality Game tentu saja apa yang di alami seperti nyata, menyenangkan sekaligus menyeramkan bukan?


Alur cerita yang begitu penuh ketegangan dan action pak Rotmianto menegaskan betapa dalam petualangan yang sedang di jalani oleh Karakter Ian, bahwa profesi pustakawan yang di geluti oleh Ian sanat berguna, dengan Ian yang berprofesi pustakawan dan di tuntut banyak membaca serta harus mengetahui banyak hal maka dengan banyaknya pengetahuan yang dimiliki memberikan manfaat bagi Ian dalam menghadapi berbagai situasi dalam petualangannya. Pak Rotmianto juga menyelipkan penggambaran yang jelas bagaimana profesi pustakawan, bahwa profesi ini tidak sepele seperti yang banyak orang pikirkan dimana tugasnya hanya lah menjaga buku, saya pikir Pak Rotmianto berhasil membuat profesi pustakawan menjadi keren.
Penggunaan sudut pandang orang pertama dalam cerita ini membuat kita merasakan apa dan bagaimana perasaan Ian hanya saja kita menjadi kurang paham dengan apa yang di rasakan oleh karakter wanita si Alyssa.


Tidak hanya itu menurut saya Pak Ratmianto juga berhasil menggabungkan kegiatan klasifikasi menggunakan DDC di perpustakaan yang jujur sangat membuat pusing menjadi sebuah cerita yang seru dengan mengemasnya ke dalam bentuk kisah petualangan yang banyak sekali mengandung informasi baru tentang sejarah di dunia. Menceritakan sejarah yang sudah terjadi dengan sudut pandang yang berbeda dan menarik. Kalau bisa saya bilang ketika membaca The DDC Game kita seolah-olah seperti belajar tapi tidak terasa seperti belajar. Tentu saja belajar mengklasifikasi untuk mahasiswa ilmu perpustakaan karena di dalam buku juga banyak keterangan tentang bagaiman urutan mengklasifikasi sebuah buku dan bagi orang awam akan memberikan informasi yang cukup jelas untuk anda mengerti bagaiman proses klasifikasi itu. Oh iya tentu saja pelajaran sejarah tentang Titanic, Nabi Nuh dan kapalnya serta beberapa sejarah lainnya. Sayangnya saja tidak ada cerita sejarah yang terjadi di Indonesia hehe. Mungkin akan lebih seru jika ada sejarah kerajaan di Indonesia mungkin atau tentang Gajah Mada hehe.

“You’ll be surprise to see what I’ve learned from library”

Senin, 08 Mei 2017

Me Before You (Sebelum Mengenalmu)










Resensi Pertama yang aku buat dan aku posting di blog masih pemula banget hehehe. Sebenernya udah nonton filmnya tapi karena masih belum merasa puas karena di film pasti tahu lah banyak scene yang di potong yah akhirnya beli lah novelnya. I like reading offcourse.
Buku yang fantastis, mengagumkan, bagus banget, karya yang menakjubkan dan entah apalagi kata yang bisa mengambarkan salah satu karya penulis Jojo Moyes ini yang sampai di angkat ke layar lebar. Romantis dan berurai air mata dibuatnya, sungguh aku sudah menangis ketika melihat filmnya dan saat membaca yang notabene aku sudah mengetahui endingnya tetap saja air mata itu bercucuran dengan derasnya di tengah malam yang sepi dan di temani oleh suara jangkrik yang masih betah terjaga. Tentu saja kita akan menangis walaupun tidak mengalaminya ketika orang yang kita cintai dan berusaha kita selamatkan dengan berpegangan akan kepercayaan cinta dapat meuluhkan hati seorang laki-laki yang tidak ingin meneruskan hidupnya, tapi ternyata tidak berhasil hmm bisa kau tanggung rasa sesak menyakitkan itu. Karena kehilangan seseorang yang sangat kita cintai dan berarti dalam hidup kita tidak akan menimbulkan rasa gembira kecuali kau sudah tidak lagi ada rasa dan itu bukan di sebut kehilangan tapi perpisahan yang seharusnya memang terjadi. Jika kau memang sudah muak dengan pasangan yah mungkin saja kau akan merasa lega.
            Buku yang memberikan informasi baru bagi saya, tentang Dignitas, kasus bunuh diri atas kemauan sendiri yang dibantu oleh medis oleh sekumpulan orang di Swiss. Ini informasi baru yang aku dapatkan, sebelumnya saya tidak tahu. Sedihnya kenapa harus di Swiss negara yang sangat indah mungkin itu alasannya jadi memberikan kenangan terbaik bagi mata sebelum menutup untuk selamanya (ngarang banget alasannya hehe). Tentu saja sangat cerdas menganggkat kasus Dignitas yang sedang pro kontra ke dalam suatu cerita yang romantis merangkainya menjadi kisah yang romantis. Kembali pada kasus Dignitas mungkin benar pendapat bahwa itu adalah suatu hal yang kejam dan mengerikan, bagaimana bisa seseorang meminta hal seperti itu di saat banyak di luar sana yang berjuang untuk hidup. Yah kalian hanya perlu membaca buku ini dan mencoba berfikir dari sudut pandang Will Traynor maka kau akan sama dengan ku akan sedikit mengerti.
            Konflik dan kehidupan keluarga juga di ceritkan tidak begitu lebay menurtut saya dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari yang terjadi di sekitar kita. Menjadi bumbu=bumbu yang membuat kisah Me Before You ini menjadi sempurna. Intinya saya tidak keberatan jika harus mengulang lagi dan lagi buku setebal 655 halaman ini. Dan saya sungguh akan merekomendasikan buku ini kepada siapapun yang saya kenal atau bahkan yang tiak saya kenal hehe. Me Before You sudah masuk ke dalam list salah satu buku faforit saya.
Identitas Buku
Judul Buku      : Me Before You (Sebelum Mengenalmu)
Penulis Buku   : Jojo Moyes
Penerjemah      : Tanti Lesmana
Penerbit Buku  : PT Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit      : Jakarta
Cetakan           : -
Tebal Buku      : 656 halaman, 20 cm
ISBN                : 978- 979-22-9577-1
Sinopsis Novel Me Before You (Sebelum Mengenalmu)
Lou Clark tahu banyak hal. Dia tahu berapa langkah jarak antara halte bus dan rumahnya. Dia tahu dia suka sekali bekerja di kedai kopi The Buttered bun, dan dia tahu mungkin dia tidak begitu mencintai pacarnya, Patrick.
Tetapi Lou tidak tahu bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya, dan peristiwa apa saja yang akan menyusul kemudian.
Setelah mengalami kecelakaan, Will Traynor tahu dia sudah tidak berminat lagi untuk melanjutkan hidupnya. Dunianya kini menyusut dan tak ada lagi suka cit. Dan dia tahu betul, bagaimana mesti mengentikannya.
Namun Will tidak tahu bahwa sebentar lagi Lou akan masuk ke dunianya dengan membawa warna-warni ceria. Mereka berdua sama-sama tidak menyadari, betapa mereka akan membawa perubahan besar ke dalam kehidupan satu sama lain.
Beberapa unsur intrinsik yang terdapat pada buku Me Before You (sebelum Mengenalmu) adalah :
Tema
Novel Me Before You mempunyai tema utama Romance. Namun uniknya tema Romance ini dikombinasikan dengan kasus yang sedang menjadi pro dan kontra yaitu Dignitas kasus bunuh diri yang dilakukan dengan bantuan medis oleh sekelompok perkumpulan di Swiss. Dimbumbui dengan permasalahan keluarga dan kehidupan sehari-hari yang sering terjadi di sekitar kita.
Penokohan
Berikut adalah penjelasan penokohan dalam Novel Me Before You :
1. Lou Clark
Lou Clark di dalam novel ini berperan sebagai “aku” dan sebagai tokoh utama. Lou Clark adalah seorang gadis yang ceria, lucu, cerewet, dan pandai membuat secangkir teh memiliki pemikiran yang sederhana dalam menjalani hidup, dengan style pakaian yang tidak biasa, kau akan mendapatkan kejutan yang tidak akan disangka-sangka dengan apa yang dilakukan dan di pikirkan oleh Lou, memiliki IQ yang kata orang di sekitarnya tidak cukup pintar.
2. Wil Traynor
Will Traynor adalah seorang yang tampan, yang memiliki harga diri sangat tinggi, perfeksionis, , pintar, keras kepala dan memiliki pendirian yang teguh, mengintimidasi, memiliki wawasan yang luas karena si Will suka sekali membaca, suka sekali tantangan, sedikit mempunyai sifat menyebalkan sih tapi tak apalah cowok cakep mah sah-sah aja hehehe.
3. Katrina Clark
Berperan sebagai adik dari Lou, Treena panggilannya. Seseorang yang pintar tahu segala dan selalu lebih tahu segalanya dari pada Lou hal dan gila belajar. Memiliki anak laki-laki bernama Thomas yang hamil duluan dan membuatnya harus berhenti kuliah.
4. Patrick
Pacar Lou yang sangat gila dengan maraton dan olahraga. Bekerja sebagai pelatih pribadi yang mungkin membuatnya hanya membicarakan hal seputar olahraga. Kalau boleh menilai menurut saya Patrick ini adalah orang yang sangat membosankan dan sok banget hahaha. Entahlah bukan seseorang pacar yang penuh perhatian dia terlalu mencintai dirinya sendiri dan olahraga tentunya
5. Bernard & Jossie
Orang tua Lou, Jossie ibu rumah tangga yang hebat dan tidak akan pernah berhenti melakukan pekerjaan rumah. Sosok ibu yang mengingatkan ku pada ibuku yang gila kebersihan rumah dan pintar memasak, sosok ibu rumah tangga yang sempurna.
Bernard menurut saya adalah sesorang sosok ayah yang kocak, lucu, santai tapi tetap mempunyai rasa tanggung jawab yang besar untuk keluarganya. Dan sosok ayah yang sangat penuh kasih.
6. Steven & Camilla Traynor
Berperan sebagai orang tua Will yang sangat kaya. Steven setelah Will mengalami kecelakaan bekerja sebagai manajer kastil miliknya. Sosok ayah yang tidak tahu bagaimana caranya  mengungkapkan rasa sayang pada anaknya, sosok ayah yang tdiak begitu dekat dengan anaknya, terkesan sedikit kaku. Tapi kaian akan tahu bahwa dia adalah laki-laki yang bertanggung jawab.
Camilla ibu Will yang sangat Highmaintance mungkin karena berhubungan dengan pekerjaannya sebagai seoarang hakim. Sosok ibu yang memilih menjadi wanita karir dan tentu saja tidak begitu dekat dengan anak-anaknya. 

Alur
Alur yan digunakan dalam Novel Me Before You adalah alur maju.
Amanat
Amanat yang terkandung dalam novel ini adalah dari sudut pandang Lou saya menangkap untuk mempunyai pemikiran yang luas berani mengambil tindakan dan tidak jangan menutup semua kemungkinan semua hal yang sebenarnya bisa kita lakukan dengan kata “Tidak Bisa”. Berani mencoba hal baru dan melakukan apa yang kita inginkan karena hidup hanya sekali dan tidak akan terulang.
Kelebihan dan Kekurangan Me Before You
Kelebihan : buku yang sangat luar biasa, memberikan informasi baru tentang dignitas, penderita kelainan tulang belakang, pesan serta motivasi tersirat tentang bagaimana menjalani hidup. Intinya buku yang akan membuatmu terpukau dengan kisahnya.
Kekurangan : terdapat istilah atau kata tentang medis yang mungkin kita harus membaca ulang untu mengetahui artiannya dan perlu konsentrasi tinggi karena buku terjemahan yang harus membuat kita membaca kembali untuk menangkap maksud dari kalimatnya.
Kesimpulan 
Salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. Kisah yang sangat menganggumkan dan di rangkai dengan sangat epik. Salah satu karya terbaik. Intinya terbaik dan terbaik. Dan akan kuberikan nilai 9 dari 9 untuk buku ini. Dan sekali lagi kalian harus membacanya sungguh.


Rabu, 12 Maret 2014

Aku Bangga Menjadi Pustakawan

Kalau di lihat pada judul blog ku ini aku menuliskan Die Bibliotek I am A Librarian, die bibliothrk merupakan bahasa jerman yang memiliki arti Perpustakaan, yah aku seorang pustakawan dan aku bangga menjadi pustakawan. mungkin di negeri ini jabatan seorang pustakawan masih di anggap rendah, tidak masalah karena di luar sana pustakawan juga merupakan profesi yang sama derajatnya dengan dokter, guru, dan jabatan menarik lainnya, pustakawan juga di sebut sebagai ilmuan informasi tidak melebih-lebihkan tapi itu lah kenyataannya.

kami pustakawan tidak hanya seperti pandangan orang-orang yang mengatakan kami kutu buku hanya karena berusrusan dengan buku, dan terlihat kuno mungkin itu dulu ketika teknologi belum berkembang pesat seperti ini. kalau di pikir seorang pustakawan harus lah bisa menguasai semua cabang ilmu pengetahuan karena kami lah yang mengelola dan menyediakan informasi itu untuk kalian, jadi tidak salah kalau kami di sebut sebagai ilmuan informasi.

google yang sering di gunakan untuk mencari informasi, dalam menyediakan ionformasi itu mereka menggunakan sitem yang kami pelajari, tentu saja tidak mudah mengelola informasi itu sehingga dapat di nikmati.

menjadi pustakawan yang aku pilih, tentu saja banyak profesi yang mulia seperti menjadi dokter ataupun guru, tapi menjadi pustakawan juga profesi yang mulia,  bayangkan saja setiap hari kita mendapatkan pahala karena membantu orang yang kebingungan dalam mencari informasi, dan jika aku sudah lulus aku ingin mengentas kan buta huruf secara menyeluruh tidak hanya itu akan aku permudah mereka yang tidak dapat membeli buku mahal agar tetap bisa membaca karena perpustakaan bukan lah untuk orang yang berduit tetapi bagi orang-orang yang ingin membaca dengan gratis.

aku percaya aku akan menemukan jalan ku dan sukses dengan menjadi pustakawan.

Rabu, 20 November 2013

Pengalaman Yang Sangat Berharga di PSLD Universitas Brawijaya

Bergabung dengan PSLD (Pusat Studi Layanan Disabilitas) UB benar-benar pengalaman yang sangat berharga baut aku, dan tanda terimaksih ku yang sangat besar kepada dina amalia fahima salah satu teman yang memperkenal kan aku dengan PSLD ini, yang menyemangati ku dan mendorong ku untuk daftar dan bergabung dengan PSLD. dari dulu aku memang ingin sekali terjun ke dalam dunia mereka yang berkebutuhan khusus tapi waktu itu aku masih belum tahu caranya, setelah masuk kuliah aku bertemu dengan mahasiswa yang memiliki kebutuhan khusus yang bernama dina, mungkin ini kesempatan ku maka mulailah aku mengeluarkan jurus untuk bisa mengenal dia dan sampai akhirnya aku mendaftar ke PSLD dan berhasil menjadi volunteer untuk mendampingi penyandang divabel.
volunteer hemm apa ya? volunteer itu ya seperti aku ini, hehehe nggak-nggak volunteer atau pendamping itu adalah mahasiswa normal yang dipilih dari hasil seleksi dan wawancara yang dilakukan oleh PSLD untuk mendampingi mahasiswa divabel dalam masa pekuliahannya, kenapa mereka harus di dampngi? ya karena mereka berkebutuhan khusus dan berbeda dengan yang lain. Universitas Brawijaya mulai dari tahun 2012 menetapkan kebijakan khusus yaitu menerima mahasiswa divabel untuk dapat kuliah di UB, dan di UB mereka di anggap sama dengan mahasiswa normal lainnya dan tidak di sendirikan seperti di universitas lainnya, dengan kata lain mereka berkuliah campur dengan mahasiswa normal lainnya untuk itu karena keterbatasan mereka perlu adanya pendamping untuk menemani mereka.


aku sebenarnya tidak menyangka bisa keterima menjadi volunteer secara daftarnya aja dadakan banget, tapi ternyata aku lolos sampai tahap seleksi. pertama untuk menjadi seorang volunteer harus memenuhi syarat seperti: memiliki minat belajar yang tinggi, memiliki kesabaran dalam menghadapi mahasiswa divabel, dan juga IP 3.00 dan juga ada beberapa syarat yang mengharuskan kita untuk membuat esay yang ditentukan oleh PSLD.

setelah melalui tahap yang panjang (ah lebay) hehehe aku berhasil menjadi volunteer dan mendapat pelatihan selama dua hari sabtu dan minggu. pelatihan yang diberikan sangat menarik dan bermanfaat dan juga PSLD memberikan motivasi, dari pemberian materi yang aku ingat adalah "kita semua sebenarnya berkesempatan untuk menjadi divabel sama seperti mereka, apalagi kita tinggal di Indonesia yang dikelilingi oleh Rings of Fire" sumpah dengar kata-kata itu aku jadi merenung banget iya juga ya, setelah itu aku jadi mempunyai ide untuk lebih mengembangkan perpustakaan untuk penyandang divabel ini, secara saya calon pustakawan amin.
dalam bayangan ku perpustakaan untuk penyandang divabel, perpustakaan yang memberikan kemudahan bagi mereka untuk mendapatkan informasi.


nah ini ini kegiatan selama pelatihan dua hari di PSLD

suasana saat pelatihan bahasa isyarat yang ngelatih si Fikri dia tuna tunggu dan berasal dari yogyakarta angkatan 2012 fakultas ilmu budaya jurusan seni rupa, pinter ngambar nih anak keren ya di keterbatasannya dia mampu seperti kita yang normal.
yang satu ini pemberian materi tentang menangani divabel oleh mbk pay pengurus di PSLD, ternyata ada suka dukanya menjadi volunteer.




kalo yang satu ini pemberian motivasi emm aku lupa sama bapak siapa
hehehe maap ya pak


ini nih yang di tunggu" selama pelatihan yaitu praktek langsung berbahasa isyarat, langsung sama mahasiswa divabelnya, susah susah gampang karena bahasa isyarat mahasiswa divabel yang satu dengan yang lain berbeda jadi harus belajar ekstra tapi seruuuuuuuuuuuuuu bangetttttttttttttttt

Minggu, 20 Oktober 2013

Semangat Mereka

Masuk ke dalam lingkungan yang berbeda dari kita itu suatu pengalaman yang sangat berarti, mungkin aku merasa normal jika berkumpul dengan sesama orang normal, akan tetapi aku akan merasa jauh berbeda jika berkumpul dengan orang yang kita anggap berbeda lalu apakah masih pantas aku mengatakan aku yang normal tatkala aku berkumpul dengan penyandang disabilitas? tidak ungkapan disabilitas mungkin kurang pantas, sebut saja divabel, mereka merasa berbeda jika berkumpul dengan orang-orang normal, tapi aku merasakan menjadi satu-satunya orang yang tidak normal ketika aku berkumpul dengan mereka, itu sebabnya dikatakan divabel, dan aku bahkan orang normal lainnya akan merasa menjadi divabel ketika kita berkumpul dengan mereka. Tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. karena aku satu-satunya yang bisa melihat dengan jelas, mendengar dengan jelas, dan berbicara dengan jelas.

aku salut dengan mereka, semangat mereka, kepercayaan diri mereka, dan perjuangan mereka dalam hidup ini, terkadang aku merasa malu, aku yang diberikan pendengaran baik, dapat melihat dengan jelas, bahkan tidak kesulitan dalam berbicara terkadang mengeluh, merasa jenuh dan capek dengan kehidupan yang aku jalani, padahal disaat aku merasa jenuh dan bosan aku dengan leluasa mendengarkan musik yang aku inginkan untuk menghilangkan penat, menonton film ataupun acara tv yang aku inginkan, bahkan ketika hati ini menyimpan bermacam-macam uneg-uneg aku dengan leluasa dapat mengungkapkannya dengan mudah. betapa tidak bersyukurnya diriku.
ku bayangkan mereka tunarungu, tidak dapat mendengarkan musik, hanya melihat gambar bergerak jika melihat film, tapi memiliki semangat yang besar untuk trus kuliah, terus berjuang dan tidak menyerah dengan kekurangan yang mereka miliki, walaupun keterbatasan menghambat mereka.
ku bayangkan mereka yang tunanetra, hanya bisa melihat gelap, walaupun beberapa dari merka masih bisa menagkap cahaya, tapi hanya sekedar cahaya tidak lebih, mereka tidak bisa melihat indahnya berbagai macam warna, meihat wajah orang-orang disekitar kita, mereka hanya bisa meraba dan menerka-nerka seperti apa orang itu tanpa tahu kepastian yang jelas, tapi mereka tetap terus kuliah, walaupun hanya sekear mendengarkan penjelasan itu sudah cukup, dan mereka bisa melalui itu semua
untuk mereka aku memberikan apresiasi yang besar dan setinggi-tingginya, aku salut dan termotivasi dengan mereka.
sekarang keinginan aku bertambah
aku ingin kelak jika sudah menjadi seorang pustakawan aku ingin membuat perpustakaan untuk penyandang divabel agar mereka juga dapat merasakan dan mendapatkan ilmu dan informasi
 



Minggu, 14 Juli 2013

Cerpen - Cinta Menghasilkan Penyesalan

Cinta Menghasilkan Penyesalan


Kisah putri Nyale, kisah ini berasal dari daerah Nusa Tenggara Barat, di kisahkan hiduplah seorang putri yang cantik jelita, kecantikannya sangat mempesona, sehingga membuat dua pangeran yang berwajah tampan jatuh hati kepada putri Nyale, bahkan kedua pangeran ini rela bersaing untuk mendapatkan putri Nyale. Akan tetapi, putri Nyale tidak mau ada yang tersakiti hanya untuk memperebutkan dirinya, untuk itu putri Nyale memilih untuk mengakhiri hidupnya dari pada putri Nyale harus memilih salah satu dari mereka.
Nah, kisah aku itu hampir mirip sama kisah putri Nyale, di garis bawahi hampir mirip bukan mirip, kenapa aku bilang hampir mirip karena di zaman modern seperti sekarang ini gak mungkinlah ada cewek yang di rebutin sama dua orang cowok ganteng yang terus memilih mengakhiri hidupnya, yang ada cewek zaman sekarang itu malah seneng kalau di perebutkan sama dua cowok ganteng, karena itu berarti ceweknya itu termasuk salah satu cewek tercantik dan popular, siapa coba yang gak bangga. Emang sih aku gak secantik putri Nyale, tapi banyak orang yang memuji aku cantik, walaupun aku ngerasa biasa-biasa aja. Kisahku dimulai saat aku selesai makan siang bersama sahabatku Merry, biasanya kami ngak pernah makan di warung depan kampus, tapi hari itu aku ingin sekalli mencoba makan makanan di warung depan kampus, dan mungkin udah rezeki dari yang di atas saat ingin menyebarang jalan untuk balik ke kampus, aku bertemu dengan pangeran tampan itu, karena jalanan sangat ramai dia membantu kami untuk menyebarang jalan entah karena kebetulan dia juga akan menyebrang jalan atau aku yang merasa ke GR-an, tapi semenjak hari itu aku langsung jatuh cinta, cinta pandangan pertama.
Cuaca sangat panas hari ini, biasanya matahari yang bersembunyi di balik awan kali ini sedang ingin memperlihatkan dirinya,sehingga membuat semua orang yang berada di bawahnya mengeluh tiada henti, termasuk sahabatku Merry yang tidak tahan dengan suasana yang panas. “Haduh nih dosen kapan kelarnya sih nge?” Keluh Merry sambil tangannya sibuk mengipasi dirinya. “Bentar lagi, kurang 5 menit, eh ntar makan yuk, laper nih aku” Ajak ku pada Merry yang langsung di iya kan dengan mengangguk beberapa kali. 5 menit berlalu, akhirnya mata kuliah yang membosankan itu selesai juga, “Kita mau makan dimana nih Nge?” Tanya Merry. “gimana kalau di warung depan kampus?” Usulku pada Merry. “ Apa? Panas-panas gini kamu ngajakin makan di depan kampus, ya ampun Inge neraka tuh lagi bocor sekarang?” protes Merry tidak setuju. “Ayolah Mer, mau yah” rayuku. “ Kenapa ngak di kantin kampus aja sih? Kamu kan juga cewek yang anti panas, tumben nih, hayo ada apa?” Tanya Merry curiga. “ Hahaha. Kamu emang tau aja deh Mer, iya kamu pasti tau lah, siapa tau aja ketemu ma cowok yang kemari” jawabku tersipu. “Udah ah ayok cepetan jalan” tambahku lagi sambil bergegas memasukkan buku.dan beranjak pergi “ Kamu serius suka sama cowok yang kemarin Nge? Terus Galuh mau kamu gimanain?” Tanya Merry sambil mengikuti langkahku. “ Ya gak gimana-giman, lagian aku sama Galuh itu kan gak ada apa-apa, cuman deket aja” belum selesai aku melanjutkan pembicaraan, tiba-tiba cowok yang mempunyai postur tubuh tinggi itu sudah berdiri di depan pintu yang membuat aku dan Merry menghentikan langkah. “ Wah panjang umur nih anak” kata Merry. “ Hayo pasti abis ngomongin aku ya?” Tanya Galuh sambil tersenyum. “Ada apa luh?” tanyaku tak menjawab pertanyaannya. “ Ngak cuman mau mastiin aja ntar malem kita jadi kan nonton?”. “ Emm gimana ya, liat ntar aja deh, ntar aku kabarin lagi” jawabku cuek.”Ya udah, aku duluan, yuk Mer” tambahku sambil berlalu meninggalkan Galuh.
Seperti biasa warung di depan kampus ini sangat ramai, karena harganya yang murah dan makananya yang enak membuat warung ini selalu di sesaki oleh penghuni kampus yang ingin berhemat, untung aja aku dan Merry masih kebagian tempat. “ Kamu mau makan apa? Biar sekalian aku yang mesenin?” “aku mesen soto ayam sama es jeruk deh” jawab Merry yang masih memegang kipas di tangannya. “Ya udah  tunggu bentar”. Karena di warung ini tidak ada pelayan yang mengantarkan makanan jadi pembeli harus mengambil makanannya sendiri, sambil menunggu aku mengecek HP mungkin saja ada sms, tepat saat itu cowok yang kemarin juga sedang memesan makanan. Hari ini bener-bener hari keberuntungan aku, ini kesempatan yang bagus banget batinku dalam hati, jadi aku memberanikan diri untuk mengajaknya mengobrol.     “ Eh kamu kan yang kemarin ngebantuin aku nyebrang kan?” tanyaku ramah sambil memperlihatkan senyuman terbaikku. “ Aku belum sempet ngucapin terima kasih kemarin” tambah ku lagi. “ Oh iya, sama-sama, kebetulan kemarin aku juga mau nyebrang jalan juga kok” jawabnya. ‘tuh kan akunya aja yang ke GR-an’ batin ku dalam hati. “ Ow ya, aku Inge,” kataku memperkenalkan diri.” Aku Andre” jawabnya, dan percakapan pun terus berlanjut sampai kami sepakat untuk bertukar nomer HP bertepatan dengan datangnya makanan pesanan kami. Kami pun berpamitan dan kembali ke meja masing-masing.
Semenjak pertemuan kami, aku semakin sering berhubungan dengan dia, bahkan beberapa kali kami keluar bersama, Andre juga sempat mengatakan kalau dia sayang sama aku tapi aku belum memberinya jawaban yang pasti. Kami berdua semakin sering jalan-jalan atau hanya sekedar nonton, Galuh yang dari awal dekat denganku sekarang mulai aku jauhi, sampai suatu hari selesai aku nonton film bersama Andre aku bertemu dengan Galuh dan teman-temannya. Galuh langsung menghampiriku dan Andre yang baru saja keluar dari bioskop.            “ Berani-beraninya kamu ngedeketin Inge” bentak Galuh tanpa basa-basi. “Galuh” pekikku terkejut. “ Kamu tuh ngak ada bosennya ya nyarik maslah sama aku?” tanya Galuh kepada Andre. Yang ditanya hanya diam saja, membuat Galuh tambah geram, “Mulai sekarang kamu jangan coba-coba ngedeketin Inge lagi” bentaknya dengan geram.”Emang kamu siapanya dia, hah?” Tanya Andre dengan tenang dan santainya, aku sedikit kagum Andre tidak terpancing emosinya.” Dia cewek aku, ngerti!” jawab Galuh yang spontan membuat aku menoleh ke arahnya, belum sempat aku membuka mulut, Galuh langsung menarik tanganku dan menyeret aku pergi dengan kasar, meningalkan Andre yang terlihat sama kagetnya dengan ku. Aku meronta sepanjang perjalan menuju sepeda motornya. “Galuh lepasin aku” teriakku berusaha melepaskan gengaman tangan Galuh, tapi Galuh tidak mengubrisnya, bahunya terlihat menegang, kelihatan sekali kalau dia sedang marah. Galuh mengantarkan aku pulang, sepanjang perjalanan dia tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Sesampainya di depan rumah Galuh baru mau bicara “ Inge kamu bener-bener ngecewain aku, kamu tau kan kalau aku sayang sama kamu, jadi ini yang ngebuat kamu ngejauh dari aku” katanya, raut mukanya sudah tidak menegang lagi, sepertinya dia sudah bisa mengendalikan amarahnya tapi jelas sekali terlihat ekspresi kecewa yang mendalam, ini membuat aku sedikit merasa bersalah kepadanya. “ Tapi kali ini aku gak bakalan mengalah sama cowok itu lagi.” Tambahnya. “ Maksud kamu apa?” Tanyaku ngak mengerti. “ Udah malem, cepet masuk terus istirahat” katanya tidak  menjawab pertanyaanku, Galuh menghidupkan motornya dan berlalu begitu saja, membiarkan aku bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
Sesampainya di kamar aku langsung menelpon Andre. Dan menjelaskan semuanya, kalau aku dan Galuh hanya sekedar teman, untungnya Andre mengerti, karena dia sudah mengenal sifat Galuh yang seperti itu, yang ternyata mereka dulunya bersahabat, tapi karena masalah cewek mereka menjadi musuhan, dan hal yang sama sekarnag terulang kembali, kata Andre sebelum mengakhiri perbincangan kita.
Aku tidak bisa tidur nyenyak, aku memikirkan semua yang terjadi, tapi jika harus memilih aku lebih memilih Andre daripada Galuh, karena aku lebih merasa nyaman bersama Andre, dan aku meutuskan untuk mengatakan hal itu kepada mereka berdua besok.
Besoknya kami bertiga bertemu, terasa sekali suasana sangat tidak nyaman, maka aku memutuskan untuk cepat memulai dan mengalhirinya. “ Aku harap kalian menerima keputusanku” kataku memulai pembicaraan, aku menarik nafas panjang “Aku udah ngambil keputusan, kalau aku lebih milih Andre, aku bener-bener minta maaf sama kamu luh, aku harap kamu ngerti”. “ Bruk!” Galuh memukul meja dengan keras. “ Ngak bisa gitu Nge, kamu inget kan kata-kataku tadi malem” katanya dengan nada tinggi,” Ini gak adil, yang deket sama kamu duluan kan aku” tambahnya lagi masih dengan nada yang tinggi. “ Aku tau, tapi ini udah keputusan aku, aku harap kamu ngerti”. “ Aku gak bisa terima gitu aja” bantah Galuh. “ Gimana kalau kita balapan motor, seperti dulu, yang menang boleh ngedeketin Inge yang kalah harus ngejauhin dia” tantang galuh kepada Andre.” Kamu yakin kali ini bisa menang” jawab Andre sambil tersenyum meremehkan. “ Sialan, dulu aku mungkin kalah sama kamu, tapi sekarang aku gak bakalan kalah” jawab Galuh yakin. Aku masih terdiam mendengar percakapan mereka berdua, itu artinya aku bakalan di buat bahan taruhan, apa-apaan mereka, sebelum aku angkat bicara, Andre memulai duluan. “ Oke kalau gitu, nanti malam aku tunggu di tempat biasa” jawab Andre menerima tantangan Galuh, aku tidak percaya mendengar perkataan Andre, aku menatap dua cowok itu bergantian, “ Kalian itu apa-apaan sih” bentakku tak setuju. “ Kalian pikir aku barang apa di buat taruhan” bentakku lagi semakin marah. “ Maaf beib, tapi itu cara kami menyelesaikan maslah” jawab Galuh dengan santainya. Aku tak percaya dengan apa yang aku dengar, aku bangkit dari tempat duduk dan berlari meninggalkan mereka berdua, aku marah, sedih kecewa, campur aduk menjadi satu, aku berlari sampai tak terasa air mata ini mengalir membasahi pipiku.
Sesampainya di rumah aku menagis sejadinya, meluapkan rasa kecewa dan marahku dengan memuluk-mukul bantal, sampai akhirnya aku tertidur,. Aku terbangun, kulihat langit sudah berganti warna menjadi gelap dan bertaburan cahaya, kulihat jam menunjukkan pukul 8 malam, aku berbaring terlentang, memikirkan apakah mereka berdua benar-benar melakukan tindakan konyol yang mereka rencanakan tadi siang. Aku sengaja mematikan ponselku, agar mereka berdua sadar kalau aku tidak suka dengan ide konyol mereka, melakukan hal berbahaya hanya untuk seorang cewek, lalu aku terdiam, seandainya aku tidak serakah dekat dengan dua cowok sekaligus hal ini tidak akan terjadi. Aku merasa bersalah, aku bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, kemudian aku menelfon Merry dan mengajaknya untuk melihat mereka berdua balapan. Aku berniat untuk menghentikan mereka berdua, semoga saja belum terlambat batinku dalam hati.
Sesampainya disana ternyata mereka berdua serius dengan perkataan mereka, aku melihat Andre dan Galuh sudah bersiap di atas motor merka masing-masing, terlambat pikirku untuk menghentikan mereka berdua. Balapan pun di mulai, awlany mereka seri, tidak lama Andre menyalip dan memimpin, di saat putaran terakhir, Galuh mempercepat laju motornya, dan kejadian itu berlangsung sangat cepat, Galuh menabrakan sepedanya ke sepada Andre, membuat Andre kehilangan keseimbangan dan terjatuh, sepedamotornya menyeret tubuh Andre dan membentur trotoar. Aku memekik keras dan langsung berlari menuju Andre. Aku lihat tubuh Anre yang terkapar dengan bersimpuh darah, aku berlutut memeluk Andre sambil berteriak minta tolong, air mata membasahi kedua pipiku mengalir deras, “Ndre, bertahanlah, aku mohon” pintaku sambil terisak. Tanganya yang merah penuh darah memegang pipiku “Maaf ya aku kalah” katanya lemah “ Tapi bukan berarti aku gak sayang sama kamu” tambahnya. “Bodoh, kamu jangan banyak bicara dulu” perintahku. “Inge, aku sayang kamu” tambahnya lagi, dan kemudian Andre terdiam, dadanya sudah tidak naik turun lagi. Aku menguncang-guncangkan tubuhnya dan memanggilnya, tapi tidak ada respon, Andre sudah tidak bernafas lagi. Air mata ini semakin deras mengalir saat aku menyadiri jiwa Andre sudah tidak bersamaku lagi.
Setelah kejadian naas itu, Andre dimakamkan, aku pergi mengantarkan jasadnya ke peristirahatan terakhirnya, dan Galuh di masukan ke dalam penjara karena dengan sengaja menabrakan sepeda motornya sehingga membuat Andre meninggal. Aku berfikir mungkinkah seharusnya dari awal aku mengambil keputusan seperti putri Nyale, yang mengakhiri hidupnya agar tidak ada yang tersakiti? Aku baru menyadari apa yang aku anggap bodoh saat pertama kali mendengar kisah putri Nyale yang mengakhiri hidupnya hanya untuk menghindari dua orang tersakiti, sekarang aku baru menyadari maksud dari keputusan yang sudah di ambil oleh putri Nyale, tapi apa gunanya menyadarinya sekarang semua sudah terlambat, hanya penyesalan yang aku rasakan sekarang, kehilangan orang yang aku cintai untuk selamanya.
---------THE END------------

Jumat, 21 Juni 2013

perencanaan perpustakaan umum kepanjen



TUGAS I

OBSERVASI
(BADAN PERPUSTAKAAN, ARSIP, DAN DOKUMENTASI
KEPANJEN, MALANG)

Tujuan observasi yang dilakukan adalah Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi yang berada di Kepanjen, Malang Selatan, setelah melakukan observasi ditemukan terdapat beberapa kelemahan dan kekurangan yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen, diantaranya sebagai berikut:

Kekurangan dan Kelemahan di Bidang Sarana dan Prasarana
1.      Tempat penyimpanan bahan koleksi, tempat penyimpanan bahan koleksi yang terdapat di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen kurang luas dan penataan rak-raknya terlalu berdekat dan terlihat sangat sempit.
2.      Rak-rak, rak-rak penyimpanan bahan koleksi tidak ada pembatas ataupun penyangganya sehingga buku di susun tidak beraturan dan terlihat tidak rapi.
3.      Ruang baca, ruang baca yang terdapat di Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kepanjen kurang luas serta meja dan kursi untuk membaca sedikit sehingga pengguna membaca di sekat-sekat rak yang ada.
4.      OPAC, tidak adanya OPAC yang disediakan untuk pengguna sehingga pengguna kesulitan mencari bahan pustaka, pengguna harus mencari satu persatu di setiap rak.
5.      Ruangan yang digunakan untuk tempat penyimpanan bahan pustaka dan ruang baca di jadikan satu dan luas ruangan sangat kecil.
6.      Loker, loker yang terdapat di Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kepanjen tidak ada yang menjaga, dan pengguna langsung di persilahkan untuk menaruh tasnya di loker, dan juga loker yang ada tidak ada kunci ataupun pengamannya, hal seperti ini menyebabkan keamanan kurang terjaga.
7.      Koleksi bahan pustaka. Koleksi bahan pustaka yang terdapat di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen masih tergolong sedikit dan bahan pustaka yang ada beberapa sudah terbitan lama, tidak hanya itu ada beberapa bahan koleksi yang sudah mulai rusak.
8.      Sistem bard code, tidak adanya system bard code di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen untuk anggota tetap.
9.      Sistem peminjaman yang masih manual, tidak adanya computer yang membantu proses sirkulasi saat pengunjung ingin meminjam dan mengembalikan buku, semuanya masih dilakukan dengan manual dan ditulis tangan di kertas yang tedapat di dalam buku dan menyalinnya ke buku besar, hal ini lah yang terkadang membuat pengguna mengantri saat ingin meminjam ataupu mengembalikan buku.
10.  Kurangnya pencahayaan, tidak adanya pencahayaan di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen, sehingga membuat keadaan di dalam ruangan perpustakaan terlihat gelap dan terkesan suram.
11.  Foto copy, tidak adanya alat foto copy yang berada di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Perpustakaan Umum Kepanjen.
12.  Pengaturan bahan pustaka di rak, pengaturan bahan pustaka yang tidak teratur, koleksi buku untuk anak di campur dengan novel-novel untuk dewasa hal ini bisa berakibat anak kecil membaca bacaan yang belum diperbolehkan untuk seusianya membaca.

Kelemahan dan kekurangan yang ditemukan tidak hanya terdapat di bidang sarana dan prasarananya saja akan tetapi, kelemahan dan kekurangan juga ditemukan di bidang pelayanan, kelemahan dan kekurangan itu sebagai berikut
Kekurangan ataupun Kelemahan di Bidang Layanan
1.      Lapangan parkir, pada lapangan parkir di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen ditemukan kelemahan dan kekurangan yaitu tidak adanya penjaga yang menjaga lapangan parkir sehingga keamanan kendaraan pengunjung kurang terjamin keamanannya.
2.      Petugas pustakawan, petugas pustakawan di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi kurang bersahabat, tidak di terapkannya 3 S, yaitu Salam, Senyum dan Sapa kepada pengunjung.
3.      Petugas pustakawan yang berjaga, tidak adanya pustakawan penjaga di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi yang menjaga ataupun berdiri dan memberi tahu atau menjadi petunujuk kepada pengunjung yang datang.
4.      Layanan meja sirkulasi, tidak adanya petugas tambahan pada layanan meja sirkulasi Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi yang menjaga sehingga layanan meja sirkulasi yang masih menggunakan sistem manual membuat peminjam dan pengunjung yang ingin mengembalikan menunggu lumayan lama.
5.      Layanan jasa foto copy, di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi tidak disediakan layanan jasa foto copy untuk pengunujung yang ingin menggandakan bahan pustaka yang diperlukan
6.      Layanan ruang baca anak, tidak adanya layanan ruang baca anak di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen yang disediakan untuk anak-anak yang ingin membaca dan mengunjungi perpustakaan.
7.      Layanan mendongeng, tidak adanya layanan mendongeng di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen yang disediakaan untuk dapat menarik minat anak-anak agar mengunjungi perpustakaan.
8.      Layanan Penerjemah, tidak adanya layanan penejemah yang di berikan oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi.
9.      Layanan pengadaan, kurangnya adanya penambahan dan pembaruan bahan pustaka yang ada, dan juga tidak adanya pemeliharaan terhadap bahan pustaka yang ada.
10.  Layanan yang menarik minat pengunjung, tidak adanya layanan dan kegiatan yamg menarik pengunjug yang datang sehingga Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi terlihat sepi.


TUGAS II

PERENCANAAN PERPUSTAKAAN

Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen
            Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen yang berada di Kepanjen, Malang selatan terletak d jalan Jendral Sudirman. Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ini memiliki visi dan misi serta tujuan dan analisis yang sudah di buatnya, diantaranya sebagai berikut :
VISI MISI
I.                   VISI
Terwujudnya Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Sebagai Sarana Informasi Dalam Meningkatkan Ilmu Pengetahuan Bagi Masyarakat Kabupaten Malang.

II.                MISI
a. Mewujudkan peningkatan pengelolaan perpustakaan, arsip dan dokumentasi.
b. Mewujudkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
           c. Mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia;
         d. Mewujudkan peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana.


III.          TUJUAN
·         Untuk memberi orientasi pada pelayanan prima ( service of excellence )




IV.          ANALISIS KEDEPAN

1. Faktor Internal
Kekuatan  ( Strength )
Faktor - Faktor yang mendukung dalam melaksanakan kegiatan baik dalam kelembagaan maupun program dalam pelayanan publik bagi Badan Perpustakaan , Arsip dan Dokumentasi  adalah :
  1. Adanya Undang - Undang 43  Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Undang - Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Ketentuan -Ketentuan Pokok Kearsipan, Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Malang Nomor 33 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi
  2. Tersedianya buku Perpustakaan
  3. Tersedianya Anggaran
  4. Lokasi Kantor sangat strategis dan mudah terjangkau.
Kelemahan  ( Weakness )
  1. Kurangnya jumlah dan kualitas pegawai yang mempunyai kompetensi di bidang perpustakaan dan kearsipan
  2. Belum memadainya sarana dan prasarana
  3. Belum tersedianya Depo Penyimpanan Arsip
  4. Terbatasnya kesempatan mengikuti Diklat Tehnis.
2. Faktor Eksternal :
 Peluang ( Opportunity )
  1. Meningkatnya kepercayaan dan dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi  dan Kepala Daerah
  2. Jumlah penduduk Kabupaten Malang cukup besar, sebagian besar berpendidikan
  3. Banyaknya lembaga pendidikan formal dan non formal .
  4. Banyaknya Arsip/Dokumentasi di Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) .
  5. Lokasi Kantor berada di Ibu Kota Kabupaten.
  6. Era Informasi Teknologi yang sangat mendukung untuk program pelayanan.
 Tantangan ( Threat )
  1. Belum memasyarakatnya budaya  membaca ;
  2. Kurangnya kesadaran/tertib Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terhadap pentingnya pengelolaan Arsip/Dokumentasi;
  3. Kurangnya tenaga trampil dalam menghadapi era informasi teknologi, dimana tenaga yang berkemampuan IT sangat diperlukan untuk meningkatkan pelayanan.

Setelah mengetahui Visi, Misi, Tujuan dan Analisis Kedepan yang di miliki oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen tidak perlu adanya banyak perubahan dalam penentuan Visi, Misi, Tujuan dan Anaisis Kedepan.
Yang pertama dari visi, visi yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi sudah sangat bagus sehingga tidak perlu lagi di rubah. Visi perpustakaan sudah memenuhi keinginan dimana Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen ingin menjadi sumber informasi untuk meningkatkan ilmu pengetahuaan masyarakat Malang.
 yang ke dua misi, misi yang di miliki oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen juga sudah cukup bagus, jadi tidak perlu adanya banyak perubahan, akan tetapi lebih baik jika di tambahkan beberapa seperti :
·         Menyediakan hasil sumber informasi yang menunjang peningkatan kualitas pendidikan yang berbasis teknologi.
Yang ketiga tujuan, tujuan yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen juga sudah cukup bagus, akan tetapi belum mencakup kesemua tujuan yang ingin di capai maka perlu adanya perubahanseperti :
Untuk menjadikan perpustakaan yang terbaik dalam penyebar luasan sumber informasi berbasis tenologi dan banyak diminati serta berguna untuk penggunanya.
Yang ke empat Analisis Kedepan, pertama dari faktor internal kekuataan yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen juga sudah cukup bagus, akan tetapi perlu di tambahkan beberapa seperti :
·         Sudah mulai meningkatnya minat membaca dikalangan siswa dan masyarakat di sekitar perpustakaan.
·         Mempunyai gedung yang cukup luas.
Sedangkan dari faktor internal yang ke dua yaitu kelemahan terdapat beberapa kelemahan yang belum di sebutkan pada analisis ke depan di atas, diantaranya yaitu :
·         Tenaga pustakawan yang cuek dan tidak ramah.
·         Kurang adanya manajemen yang baik dalam pengelolaan perpustakaan.
·         Kurang beragamnya bahan koleksi yang ada.
·         Kurang menariknya stuktur penataan ruang di perpustakaan tersebut.
·         Tidak adanaya penggunaan yang berbasis teknologi dalam kegiatan di perpustakaan.
Faktor eksternal yang ada di analisis ke depan di atas yang meliputi peluang dan tantangan sudah cukup bagus dan tidak perlu adanya tambahan ataupun perbuhan yang harus dilakukan.



Setelah mengetahui visi, misi, tujuan, dan analisis kedepan dan melakukan beberapa perubahan terlihat kelemahan yang dimiliki oleh Badan Perpustakaan, Asip dan Dokumentasi Kepanjen yang mnyebabkan perpustakaan ini sepi dari pengunjung, untuk itu akan di lakukan perencanaan perpustakaan untuk lebih meningkatkan minat pengunjung kedepannya.
PERENCANAAN PERPUSTAKAAN
Jenis Perpustakaan   : Perpustakaan Umum
Nama Perpustakaan : Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen
           
Mengganti nama dari Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen dengan Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen karena nama yang sebelumnya terlalu panjang dan kurang menarik jadi di rubah Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen, mengapa Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen di harapkan kedepannya dapat menarik minat pengunjung dan kata merakyat berarti perpustakaan ini dapat dikinjungi oleh siapapun dan dari kalangan mana pun mengingat salah satu fungsi perpustakaan yaitu menjadi tempat dimana sumber informasi di dapat dengan gratis dan tidak perlu mengeluarkan biaya sedikitpun, sehingga siapapun bisa mendapatkan informasi.
Perencanaan di bidang Pelayanan
Setelah melihat kelemahan yang terdapat di pelayanan perlu adanya perencanaan seperti:
·         Menambah petugas yang benar-benar ahli di bidang perpustakaan, yaitu seorang pustakawan yang lulusan dari prodi Ilmu Perpustakaan, mengapa hal ini perlu di lakukan karena dengan adanya orang yang benar-benar ahli untuk menangani perpustakaan maka perpustakaan itu akan berjalan dengan baik.
·         Mengadakan pelatihan terhadap petugas perpustakaan dalam hal pelayanan agar dapat melakukan pelayanan dengan baik, dan menerapkan 3 S, yaitu senyum, sapa, dan salam kepada pengunjung.
·         Menambahkan layanan ruang baca anak, kenapa layanan ini perlu, salah satunya untuk meningkatkan minat pengunjung di kalangan anak-anak, di mana terdapat di visi dan tujuan yang mengatakan bahwa ikut berperan dalam meningkatkan ilmu pengetahuan di kalangan masyarakat, salah satu caranya di mulai dengan anak berusia dini, karena anak berusia dini inilah awal kiata membentuk genareasi yang cerdas, jadi ruang baca anak dan tempat menyimpan bahan pustaka yang khusus unuk anak-anak disendirikan dan tidak digabung oleh bahan pustaka untuk remaja dan dewasa.
 Dalam layananan ruang baca anak terdapat fasiitas seperti :
·         Kegiatan  menonton film, kegiatan ini di lakukan setiap hari kamis, film yang di tayangkan film-film kartun dan cerita yang mempunyai pesan moral yang disampaikan. Setelah itu dilakukan kegiatan bercerita kembali tentang isi film tersebut dan juga ada pendamping petugas perpustakaan.
·         Kegiatan mendongeng, kegiatan mendongeng ini dilakukan setiap hari sabtu dan hari libur nasional, menceritakan tentang cerita-cerita daerah yang dimiliki daerah masing-masing.
·         Kegiatan pengenalan ragam budaya Indonesia, di lakukan setiap hari sabtu dan hari libur nasional, kegiatannya memperkenalan budaya dari daerah yang ada di Indonesia seperti, tarian, alat musik dan lagu daerah masing-masing, memperkenalkan lagu daerah dan tarian daerah sampai dengan mempraktekkan lagu-lagu daerah dengan bernyanyi bersama.
·      Layanan meja sirkulasi, memberikan layanan yang berbasis IT sehingga dapat cepat memberikan pelayanan kepada pengunjung.
·      Layanan pengadaan, menambahkan koeksi buku yang ada, sehingga dapat lebih beragam lagi.
·      Layanan jasa foto copy, memberikan fasilitas layanan foto kopi untuk pengguna.
·      Layanan untuk divabel, layanan yang di berikan kepada mereka yang divabel, seperti dalam kegiatan mendongeng menyediakan tenaga yang dapat menerjemahkan kepada yang divabel agar dapat mengerti, memberikan layanan khusus dan selalu siap membantu pengunjung divabel yang membutuhkan.
·      Layanan untuk remaja, kegiatan ini dilakukan untuk menarik minat pembaca untuk datang, sperti kegiatan diskusi tentang hal-hal yang sekarang terjadi, bedah buku, ataupun novel.
·      Layanan internet gratis, menyediakan wifi di perpustakaan sehingga pengunjung bisa lebih mudah dalam mencari dan mendapatkan informasi.

Perencanaan di Bidang Sarana dan Prasarana
Untuk meningkatkan minat pengunjung perpustakaan harus lah mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai, tidak hanya itu sarana dan prasaran juga harus terlihat menarik. Perencanaan untuk memperbaiki sarana dan prasaranan sebagai berikut:
·         Menambah ruangan multimedia, memberikan ruagan dimana ada beberapa perangkat computer yang dapat mengakses internet.
·         Menyediakan komputer yang menyediakan fasilitas OPAC didalamnya.
·         Memperluas tempat penyimpanan bahan koleksi dan ruang baca
·         Menyediakan alat foto copy.
·         Pembelian loker tempat pengguna menyimpan tas dengan loker yang mempunyai kunci sehingga lebih aman.
·         Menyediakan bard code untuk absen bagi engguna yang sudah menjadi anggota tetap.
·         Menyediakan komputer di layanan meja sirkulasi, untuk membantu tugas pustakawan dalam melayani peminjaman dan pengembalian bku agar lebih cepat.
·         Menganti rak buku yang sudah rusak. Dengan yang lebih bagus.
·         Menambah ruangan seminar dan home teater untuk kegiatan pertemuan, kegiatan seminar ataupun work shop, dan kegiatan menonton film bersama.
·         Pengaturan tata ruang di perpustakaan harus lebih baik lagi dan lebih menarik serta membuat pengguna merasa nyaman dan betah berada di perpustakaan, seperti contohnya sebagai berikut :

Mengganti ruang baca yang sebelumnya terlihat gelap dan suram dengan ruang baca seperti pada gambar, dengan kursi dan meja yang menarik dan warna yang cerah dapat membuat pengguna merasa nyaman dan betah apalagi jika terdapat AC di dalam ruangan tersebut, ruang baca ini juga bisa di gunakan untuk berdiskusi sehingga perpustakaan tidak dikenal sebagai tempat dimana orang-orang harus mengunci mulutnya dan diam.



Menyediakan juga ruang baca santai, dan tenang, jika ruang baca di gambar atas dapat digunakan untuk berdiskusi, ruang baca yang satu ini digunakan untuk pengguna yang ingin bersantai dan membaca bacaan yang ringan dan butuh ketenangan bahkan bagi pengguna yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

menyediakan ruang multimedia dan OPAC seperti gambar disamping, yang terdapat juga fasilias jaringan internet gratis, sehingga pengguna bisa mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah.

Penataan ruang bahan koleksi buku yang menarik seperti pada gambar di samping, sehingga membuat pengguna merasa nyaman da n ada sesuatu hal yang membuatnya menarik, dan penataan penyimpanan bahan pustaka seperti ini memudakan pengguna cepat dalam mencari bahan pustaka yang ada, karena bahan pustaka sudah diletakkan sendiri-sendiri jadi langsung bisa ke tempat yang dituju tanpa harus berputar-putar mencari bahan pustaka.
ruangan seminar yang dapat digunakan untuk pertemuan, workshop bahkan seminar yang dapat digunakan untuk menarik minat pengunjung.

ruangan home teater, ruangan ini dapat digunakan untuk kegiatan menonton film untuk anak-anak, dengan adanya home teater dan kegiatan menonton bersama anak-anak akan lebish tertarik dan senang pergi ke perpustakaan. Akan tetapi sebelum masuk dan menonton anak-anak harus meminjam buku dan bukti dari peminjaman buku tersebut digunakan sebagai tiket masuk untuk menonton.
                                                                                                                                                                                                                 
Tempat ruang baca anak di gunakan untuk menarik minat anak-anak agar mau datang ke perpustakaan, di ruangan ini bisa digunakan untuk kegiatan mendongeng juga dan di desain benar-benar untuk anak-anak agar anak-anak merasa nyaman dan betah berada di ruangan ini.








TUGAS III
STRUKTUR ORGANISASI
(PERPUSTAKAAN UMUM MERAKYAT KEPANJEN, MALANG)


Oval: KEPALA BADAN
 
Oval: PENGELOLAANOval: PENGEMBANGANOval: PELAYANAN

Oval: PENGELOLAAN DOKUMEN

Oval: PENDOKUMENTASIAN

Oval: PENGELOLAAN ARSIP

Oval: PELAYANAN KEARSIPANOval: BIDANG ARSIP

Oval: BIDANG PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN

Oval: BIDANG PENGELOLAAN

Oval: BIDANG DOKUMENTASI

Oval: BAGIAN KEUANGANOval: BAG UMUM & KEPEGAWAIANOval: BAG PERENCANAAN & EVALUASIOval: SEKETARIAT

Oval: KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

 







                                    






 








1.      Kepala Badan
Kepala badan ataupun bisa disebut Kepala Perpustakaan, bertugas sebagai atasan yang mengurus, memberikan perintah serta mengatur seluruh staf yang lain, kepala perpustakaan juga memiliki wewenang untuk membuat dan mengambil keputusan dalam setiap kegiatan yang ada. Kepala perpustakaan membawahi beberapa staf, seperti :
2.  Sekretaris
Yang kedua setelah Kepala Badan Perpustakaan adalah sekertaris, bagian sekertaris di di dalam perpustakaan masuk ke bagian back office. Sekertaris bertugas untuk mengatur segala hal yang berhubungan dengan surat-surat, proposal, laporan pertanggung jawaban kegiatan, tugasnya memberikan nomor masuk dan keluar pada surat, menggerjakan proposal kegiatan jika ingin mengadakan kegiatan dan setelah itu membuat laporan pertanggung jawaban setelah kegiatan selesai, serta mengarsip semua dokumen yang ada dan menginventaris. Dibawah sekertaris terdiri beberapa staf yaitu:

     a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
             Sub bagian umum dan kepegawaian bertugas sebagai pengawas pegawai yang bertugas mengontrol dan mengawasi pegawai yang ada, serta merancang kegiatan pelatihan untuk menunjang keahlian pegawai perpustakaan. Bagian ini juga yang mengurusi masalah-masalah umum yang terjadi. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian juga mepunyai tugas merekrut peawai yang akan bekerja di perpustakaan.
     b. Sub Bagian Keuangan
             Sub Bagian Keuangan, bagian ini merupakan salah satu bagian terpenting di dalam semua organisasi yang ada, Sub Bagian Keuangan sama halnya dengan bendahara yaitu brtugas untuk mengatur segala kegiatan yang memerlukan dana, Sub Bagian Keuangan juga bertugas mencatat uang keluar yang digunakan untuk membeli kebutuhan ataupun buku dan mengatur serta mencatat juga uang yang masuk ke perpustakaan, seperti misalnya mendapatan  dana yang diberikan pemerintah. Bagian keuangan tidak hanya mengatur dan mencatat uang saja akan tetapi mempunyai tugas untuk mencari sumber dana lain dan menjalin kerja sama dengan pihak lain dalam hal ini seprti, penerbit, percetakan, penulis dan perpustakaan-perpustakaan lainnya,
            
     c. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan.
             Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan merupakan bagian back office yang terakhir. Sub bagian ini mempunyai tugas yang pertama perencanaan, dalam hal ini tugasnya adalah merencanakan bagaimana perpustakaan ke depannya akan berjalan dan bagaimana membuat rencana yang dapat membuat perpustakaan tetap berthan dan semakin maju, bagian ini juga harus mempunyai rencana jangka pendek dan jangka panjang. Tugas yang kedua adalah evaluasi setelah melakukan tugas pertamanya yaitu perencana dan rencana tersebut sudah dijalankan maka setelah itu di lakukan evaluasi atas rencana yang sudah terealisasikan, evaluasi tujuannya untuk mengetahui aakah rencana yang sudah dibuat memberikan dampak positif atau negative dan apakah rencanan tersebut berjalan lancer. Tugas yang ketiga yaitu pelaporan, setelah evaluasi dan mengetahui bagaimana hasil dari rencana yang sudah di buat maka dilakukan pelaporan kepada kepala badan perpustakaan sebagai bentuk pertanggung jawaban atas rencana dan kegiatan yang sudah dilakukannya.
3.  Bidang Pengembangan Perpustakaan
             Bidang pengembangan perpustakaan merupakan bagian front office di dalam suatu perpustakaan, yang tugasnya berada di depan dan bertemu langsung dengan pengguna karena itu sub bagian ini haruslah menempatkan orang-orang atau pegawai yang ramah, dan menerapkan 3 S, senyum, sapa, dan salam.
     a. Sub Bidang Pelayanan
             Sub bidang pelayanan merupakan bagian yang penting di bagian front office karena bagian bidang ini yang bertemu langsung dengan pengguna, bagian ini yang memberikan pelayanan, seperti yang menjaga meja sirkulasi, menjaga bagian loker, petugas yang berdiri di setiap sekat ruangan bahan pustaka berjaga-jaga jika ada yang bingung, petugas yang bekerja di layanan ruang baca anak termasuk petugas yang mendongeng untuk itulah pustakawan di harapkan juga bisa mendongeng untuk anak.
     b. Sub Bidang Pengembangan.
             Sub bidang ini bertugas melakukan pengembangan untuk perpustakaan, terutama dalam segi pelayanan, memberikan ide dan inovasi terhadap perpustakaan untuk menarik minat pengunjung.

4.  Bidang Pengolahan
             Bidang pengeolahan bertugas untuk mengelola semua bahan koleksi yang ada di perpustakaan.
     a. Sub Bidang Pengolahan & Pengelolaan.
             Sub bidang pengolahan dan pengelolaan, tugas bagian ini yang pertama adalah mengolah bahan pustaka yang ada sebelum di berikan kepada pengguna, di dlamnya termasuk mengklasifikasikan buku dan memberikan penomeran, tugas yang ke dua yaitu pengelolaan yaitu bagaimana menata bahan pustaka agar memudahkan pengguna dalam menemukan informasi dalam hal ini yaitu menata buku-buku dalam rak, dan biasanya terdapat pengguna yang meminjam buku dan menaruhnya sembarangan disinilah tugas pengelolaan.
5.  Bidang Arsip
             Di dalam perpustakaan umum tidak haya menyimpan buku-buku ilmu pengetahuan saja, akan tetapi juga menyimpan arsip-arsip pentin daerah dan perpustakaan umum lah yang mengelolalanya.
     a. Sub Bidang Pengumpulan & Pengelolaan Arsip
             Sub bidang pengumpulan dan pengelolaan arsip ini yang pertama mempunyai tugas mengumpulkan arsip-arsip daerah setelah itu tugas selanjutnya bertugas mengelola arsip tersebut, seperti menyimpannya, dan merawatnya.
     b. Sub Bidang Pelayanan Kearsipan.
             Sub bidang pelayanan Kearsipan, karena arsip daerah sangat penting untuk itu ada bagian pelayanan kearsipan yaitu bertugas melayani siapa saja yang embutuhkan arsip dan dalam hal ini tidak bisa sembarangan orang dapat mengambil arsip itu sendiri untuk itulah di perlukan adanya pelayanan kearsipan karena arsip biasanya penting dan bersifat rahasia.
6.  Bidang Dokumentasi
             Tidak hanya menyimpan buku ilmu pengetahuan, dan arsip saja akan tetapi bahan koleksi lain yang di simpan yaitu dokumen.
     a. Sub Bidang Pendokumentasian
             Sub bagian ini bertugas melakukan pendokumentasian segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan, tidak hanya itu pendokumentasian juga bertugas mencari sumber informasi yang berbentuk pendokumentasian, seperti film documenter, pidato presiden dan lain-lain.
     b. Sub Bidang Pemeliharaan & Pengendalian Dokumentasi
             Sub bidang pemeliharaan dan pengendalian dokumenasi bertugas sebagai pemelihara dan mengendalikan dokumen ataupun hasil pendiokumentasian yang ada di perpustakaan, kenapa perlu adanya pemeliharaan karena dokumen itu juga mudah rusak maka pelu adanya perawatan yang dilakukan dan juga mengendalikan dokumentasi yaitu dengan melayani pengguna yang membutuhkan dokumen.







TUGAS 4

RANCANGAN STRATEGIS
 PERPUSTAKAAN UMUM MERAKYAT KEPANJEN

A.    Dasar Rencana Strategis Perpustakaan
Di era Global seperti sekarang ini dimana perkembangan informasi semakin cepat berkembangang, perpustakaan yang merupakan salah satu tempat sumber informasi juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman, apalagi dengan kemajuan teknologi yang sekarang sudah semakin maju, pengguna juga sudah mulai beralih menggunakan  internet untuk mendapatkan informasi, jika kita tidak bisa memanfaatkan internet maka pengguna akan beralih mengunakan internet untuk mencari informasi, untuk itulah Perpustakaan umum berusaha untuk menjadi salah satu perpustakaan yang dijadikan pengguna sebagai tempat untuk mencari informasi. Salah satu alternatifnya adalah dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Perpustakaan umum merupakan tempat dimana tidak hanya layanan perpustakaan saja yang diberikan akan tetapi juga layanan di bidang kearispan untuk itulah perpustakaan umum dimana semua layanan tersebut dapat membantu masyarakat dalam mencari dan menemukan informasi. Untuk itulah perpustakaan umum harus melakukan suatu perubahan untuk dapat memberikan informasi yang cepat dan dapat memberikan layanan yang maksimal dan memuaskan untuk pengguna dan masyarakat luas.
Salah satu tujuan dalam renstra Perpustakaan Umum Merkayat Kepanjen Malang adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat secara optimal sesuai dengan tuntutan dari Visi, Misi, Tugas dan Fungsi. Hal ini karena Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen Malang mempunyai tugas  pelayanan yang diberikan kepada masyarakat khususnya dalam hal pelayanan perpustakaan dan kearsipan.

Tujuan
·         Untuk merencanakan perubahan dalam lingkungan yang semakin kompleks
·         Untuk mengelola keberhasilan dan memberi orientasi pada pelayanan prima ( service of excellence )
·         Meningkatkan komunikasi dan produktifitas
·         Menjamin efektifitas penggunaan sumber - sumber organisasi .
Manfaat
·         Berguna bagi perubahan dalam lingkungan yang semakin kompleks.
·         Berguna bagi keberhasilan dan memberi orientasi pada peayanan prima ( service of excellence )
·         Berguna untuk meningkatkan komunikasi dan produktifitas.
·         Berguna untuk efektifitas pengguna sumber-sumber organisasi.
Visi
Visi Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen sama dengan visi Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kepanjen, kenapa tidak ada perubahan karena visi ini sudah mencakup dari keinginan yang ingin di wujudkan oleh Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen. Terwujudnya Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Sebagai Sarana Informasi Dalam Meningkatkan Ilmu Pengetahuan Bagi Masyarakat Kabupaten Malang. Visi ini bisa dijelaskan sebagai berikut :
·         Perpustakaan umum tidak hanya menjadi pusat sumber informasi ilmu pengetahuan saja akan tetapi juga dapat enyimpan arsip dan dokumentasi juga.
·         Perpustakaan yang merupakan sumber informasi juga mempunyai peranan dalam meningkatkan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.
·         Perputakaan yang juga sebagai penunjang pendidikan juga harus bisa menjadi sarana sumber informasi bagi masyarakat.
Misi
Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen juga memiliki beberapa misi yang merupakan gabungan dari misi Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi dan Perpustakaan Umum Kepanjen. Beberapa misi tersebut sebagai berikut :
a. Mewujudkan peningkatan pengelolaan perpustakaan, arsip dan dokumentasi.
b. Mewujudkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
           c. Mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia;
         d. Mewujudkan peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana.
        e. Menyediakan hasil sumber informasi yang menunjang peningkatan kualitas  
            pendidikan yang berbasis teknologi.

                 Tugas dan Fungsi
Tugas

  1. Melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bidang Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
  2. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugas dan kewenangannya.
Fungsi
  1. Pengumpulan, pengelolaan dan pengendalian data berbentuk data base serta analisa data untuk menyusun program kegiatan ;
  2. Perencana strategis pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
  3. Perumusan kebijakan teknis bidang Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
  4. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
  5. Pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan bidang Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
  6. Pelaksanaan standar pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan dalam bidang Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
  7. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan pada Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
  8. Pembinaan UPT ;
  9. Pengkoordinasian integrasi, sinkronisasi pelaksanaan kegiatan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi di lingkungan Pemerintah Daerah ;
  10. Pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi ;
  11. Penggunaan dan pelaksanaan kerja sama dengan masyarakat, Lembaga Pemerintah dan lembaga lainnya ;
  12. Penyelamatan, pelestarian dan pengamanan arsip dan koleksi nasional ;
  13. Pengawasan/supervisi terhadap penyelenggaraan kearsipan Perangkar Daerah, Kecamatan dan Desa/Kelurahan ;
  14. Penyusunan perumusan kebijakan penilaian dan penetapan angka kredit Pejabat Fungsional Pustakawan dan Arsiparis.
            Tujuan dan Sasaran
Adapun tujuannya adalah sebagai berikut:
Untuk menjadikan perpustakaan yang terbaik dalam penyebar luasan sumber informasi berbasis tenologi dan banyak diminati serta berguna untuk penggunanya.
            Sedangkan sasarannya adalah sebagai berikut:
Sasaranya adalah pengguna yang merupakan masyarakat yang membutuhkan informasi yang akan diberikan oleh perpustakaan dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Analisis Situasi
Tahapan yang perlu dilakukan untuk mengetahui dan  melihat kompleksitas permasalahan yang dihadapi lingkungan yang bersifat strategis serta seberapa besar pengaruhnya terhadap kebutuhan pelayanan di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi  adalah melalui pendekatan Analisis SWOT (Kekuatan / Strengths, Kelemahan / Weaknesses, Peluang/ Opportunities, Ancaman/Treaths). Lingkungan dimaksud secara terstruktur adalah pengaruh lingkungan internal organisasi yang terdiri atas dua faktor strategi yaitu kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknneses) serta berupa pengaruh lingkungan eksternal organisasi yang terdiri atas dua faktor strategi yaitu peluang (opportunities) dan ancaman  (threaths), berikut penjelasannya :

1. Faktor Internal
Kekuatan  ( Strength )
Faktor - Faktor yang mendukung dalam melaksanakan kegiatan baik dalam kelembagaan maupun program dalam pelayanan publik bagi Badan Perpustakaan , Arsip dan Dokumentasi  adalah :
  1. Adanya Undang - Undang 43  Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Undang - Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Ketentuan -Ketentuan Pokok Kearsipan, Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Malang Nomor 33 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi
  2. Tersedianya buku Perpustakaan
  3. Tersedianya Anggaran
  4. Lokasi Kantor sangat strategis dan mudah terjangkau.
i.        Sudah mulai meningkatnya minat membaca dikalangan siswa dan masyarakat di sekitar perpustakaan.
j.        Mempunyai gedung yang cukup luas.
Kelemahan  ( Weakness )
  1. Kurangnya jumlah dan kualitas pegawai yang mempunyai kompetensi di bidang perpustakaan dan kearsipan
  2. Belum memadainya sarana dan prasarana
  3. Belum tersedianya Depo Penyimpanan Arsip
  4. Terbatasnya kesempatan mengikuti Diklat Tehnis.
i.        Tenaga pustakawan yang cuek dan tidak ramah.
j.        Kurang adanya manajemen yang baik dalam pengelolaan perpustakaan.
k.      Kurang beragamnya bahan koleksi yang ada.
l.        Kurang menariknya stuktur penataan ruang di perpustakaan tersebut.
m.    Tidak adanaya penggunaan yang berbasis teknologi dalam kegiatan di perpustakaan.
2. Faktor Eksternal :
 Peluang ( Opportunity )
  1. Meningkatnya kepercayaan dan dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi  dan Kepala Daerah
  2. Jumlah penduduk Kabupaten Malang cukup besar, sebagian besar berpendidikan
  3. Banyaknya lembaga pendidikan formal dan non formal .
  4. Banyaknya Arsip/Dokumentasi di Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) .
  5. Lokasi Kantor berada di Ibu Kota Kabupaten.
  6. Era Informasi Teknologi yang sangat mendukung untuk program pelayanan.
 Tantangan ( Threat )
  1. Belum memasyarakatnya budaya  membaca ;
  2. Kurangnya kesadaran/tertib Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terhadap pentingnya pengelolaan Arsip/Dokumentasi;
  3. Kurangnya tenaga trampil dalam menghadapi era informasi teknologi, dimana tenaga yang berkemampuan IT sangat diperlukan untuk meningkatkan pelayanan.
B.     Kebijakan Strategis, Program dan Kegiatan Perpustakaan
1.     Struktur Organisasi
Kebijakan tentang penetapan struktur organisasi dan mekanisme yang terdapat di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi kepanjen tidak perlu dirubah, karena sudah baik, akan tetapi di Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen bukan struktur organisasi dan mekanisme kerjanya yang dirubah, tetapi perekrutan tenaga kerjanya yang perlu dirubah dan untuk menciptakan perpustakaan yang diminati perlu diadakannya penggantian pegawai dan penambahan pegawai. Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen berusaha menjadi perpustakaan yang berbasis IT untuk itulah perlu adanya penambahan pegawai kerja yang ahli di bidang perpustakaan dan juga mengerti tentang IT, dan juga perlu adanya penambahan karyawan yang memiliki sikap ramah yang dapat menerapkan 3 S yaitu senyum, sapa dan salam, serta perlu adanya penambahan pegawai perpustakaan untuk mengurus ruang baca anak dan dapat mendongeng serta memiliki kepribadian dekat dengan anak-anak.
Struktur suatu organisasi akan berimplikasi pada tugas, tanggung jawab serta wewenang yang dimiliki oleh pejabat yang menempati jabatan struktural yang tertuang dalam deskripsi kerja. Untuk itulah uraian di atas yang perlu di perhatikan oleh pimpinan dalam perekrutan tenaga kerja yang akan di lakukan, perlu adanya analisis yang tepat pegawai apa sajakah yang diperlukan dan dibutuhkan dalam perpustakaan.
Kebijaksanaan Strategis
Berdasarkan analisis terhadap faktor lingkungan dalam dan luar perpustakaan, maka dapatlah dirumuskan beberapa kebijakan strategis sebagai berikut :
Kebijakan internal organisasi
1.      Penataan manajemen (restrukturisasi organisasi dan mekanisme kerja perpustakaan)
2.      Peningkatan kualitas SDM, penambahan pegawai di perpustakaan dengan pustakawan yang  memiliki keahlian di bidang mengelola perpustakaan, mengerti dengan IT serta pustakawan yang dapat mendongeng. Melihat SDM merupakan salah satu bagian yang terpenting untuk kelancaran suatu perpustakaan, dengan meiliki pustakawan yang ahli dan terampil maka perpustakaan itu akan lebih berkembang lagi.
3.      Penataan Struktur Ruangan di Perpustakaan, perpustakaan yang nyaman dan membuat pengguna merasa betah adlah perpustakaan yang memiliki penataan ruang yang menarik dan cahaya matahari yang masuk banyak, untuk itu penataan ruang perpustakaan juga harus di perhatikan, bagaimana membuat ruang baca dan bahan koleksi semenarik mungkin sehingga dapat menarik minat pengguna untuk datang dan membaca.
4.      Pembinaan dan pengembangaan koleksi perpustakaan, salah satu cara menarik pengunjung untuk datang ke perpustakaan adalah lengkap dan beragamnya bahan koleksi di perpustakaan, karena semakin lengap dan beragamnya sumber informasi yang ada di perpustakaan akan membuat pengguna datang ke perpustakaan.
Kebijakan Eksternal
1.      Promosi Perpustakaan
Promosi perpustakaan dapat dilakukan dengan :
a.       Membangun Citra Perpustakaan
Membangun citra perpustakaan bisa dilakukan dengan beberapa cara salah satunya dengan memberikan nama yang unik dan menarik seperti pemberian nama Perpustakaan Umum Merakyat Kepanjen, dengan pemberian nama seperti ini masyarakat akan tertarik dan penasaran sehingga datang berkunjung ke perpustakaan. Dan juga mulai mengenalkan perpustakaan melalui blog, web dan jejaring social seperti facebook, twitter dan  yang lainnya melihat masyarakat sekarang lebih cenderung menggunakan media jejaring social.
b.      Pengembangan perpustakaan dengan berbasis IT, perpustakaan sebagai sumber informasi agar tidak ketinggalan zaman perlu adanya perubahan juga yaitu dengan perpustakaan yang berbasis IT dan menerapkan IT pada aktivitas yang dii lakukan oleh perpustakaan.
c.       Menjalin hubungan dengan pihak lain, untuk terus berlangsungnya perpustakaan perlu melakukan adanya kerja sama dengan pihak lain, seperti contohnya YPPI (yayasan pengembangan perpustakaan Indonesia), perpustakaan kota Malang, serta penerbit yang ada di Indonesia, karena dengan adanya kerja sama ini akan membawa dampak yang menguntungkan bagi perpustakaan.
Ruang Perpustakaan
Untuk menarik minat pengguna penataan ruang harus lah di buat semenarik mungkin, beberapa rencana yang perlu dilakukan sebagai berikut ;
·         Ruangan, ruangan dalam perpustakaan di bagi menjadi dua lantai, lantai dasar untuk layanan meja sirkuasi, tempat absensi, ruang seminar serta ruang home teater dan loker, serta ruang baca anak. Lantai ke-dua digunakan untuk bahan koleksi dan ruang baca.
·         Pencahayaan, pencahayaan yang cukup akan lebih membuat pengguna merasa nyaman dengan membangun beberpa jendela yang meiliki ukuran sedikit besar.
·         Ruang baca, ruang baca di bagi menjadi 3 ruang baca, ruang baca yang pertama di biarkan seperti tempat terbuka dengan kursi dan meja yang dapat di jadikan tempat diskusi, yang ke-dua ruang baca yang sedikit tertutup dan lebih santai untuk pengguna yang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi yang tinggi, ke-tiga ruang baca anak yang di desain khusus untuk anak-anak dengan hiasan dan ornamen-ornamen untuk anak-anak serta dengan berbagai macam warna serta mainan untuk anak.
·         Suhu yang cukup bisa diguakan, seperti jika udara sedang panas bisa menggunakan AC, akan tetapi jika udara dingin AC bisa dimatikan.
·         Desain perpustakaan untuk divabel, seperti menyediakan tangga yang datar.
·         Pembagian ruangan, terdapat ruangan seminar yang dapat digunakan untuk pertemuan, seminar ataupun workshop, dan ruangan home teater yang dapat digunakan untuk menonton bersama.
Perabot dan Peralatan
Perabot dan peralatan yang ada menggunakan perabotan yang menarik, seprti kursi dan meja di ruang baca, si buat semenarik dan senyaman mungin dengan warna-warna yang juga menarik. Untuk ruang baca anak menggunakan perabot dan peralatan yang dapat menarik minat anak-anak, serta menambahkan peralatan yang berbasis IT.

Program Kerja Perpustakaan
Program kerja perpustakaan untuk kedepannya adalah:
·         Menambahkan layanan ruang baca anak
·         Menambahkan layanan mendongeng
·         Menambhakan kegitan yang dapat menarik pengunjung seperti, pengadaan seminar, workshop, diskusi, bedah buku, dll.
·         Menambahkan layanan mendongeng untuk anak.
·         Menambahkan layanan perpustakaan yang berbasis IT.











Penutup

Perpustakaan umum merupakan salah satu sumber informasi bagi masyarakat umum yang dapat di manfaatkan secara gratis, sebagai sumber refereni, sumber ilmu pengetahuan, pendidikan, sebagai tempat rekreasi, serta sebagai tempat pembelajaran kebudayaan seperti yang tertuang dalam, visi, misi, dan tujuan perpustakaan, untuk itu rancangan strategis ini hanyalah usulan saja, akan terlaksanan jika adanya kerja sama yang baik antar pegawai perpustakaan,struktur organisasi dan niat yang kuat dari pustakawan untuk membangun dan menciptakan perpustakaan seperti uraian di atas.
Beberapa butir pentig yang dapat dijadikan sebagai literatur :
·         Perbaikan struktur organisasi serta penambahan SDM yang benar-benar ahli dalam bidang perpustakaan.
·         Menambahkan layanan yang dapat menarik minat pengunjung untuk datang.
·         Menata kembali struktur penataan ruangan yang ada di perpustakaan agar terlihat menarik bagi pengguna.
·         Menjadikan perpustakaan yang berbasis IT.
·         Menambahkan layanan untuk divabel.
Rancangan strategis di atas merupakan rancangan yang tidak permanen, artinya
rancangan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu menikuti perkembangan yang juga sering berubah-ubah, maka rancangan strayegis di atas dapat dikondisikan menurut waktu yang ada.
Kami berharap usulan rencana strategis dan program kerja ini mempunyai nilai manfaat bagi perpustakaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai perpustakaan umum.







TUGAS 1. OBSERVASI PERPUSTAKAAN UMUM
TUGAS 2. PERENCANAAN PERPUSTAKAAN
TUGAS 3. PENGORGANISASIAN PERPUSTAKAAN
TUGAS 4. RENCANA STRATEGI PERPUSTAKAAN

Paper ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Manajemen dan Organisasi Lembaga Informasi yang dibina  Anita Tri Widiyawati,S.S.,MA

Oleh
Rani Auliawati Rachman
125030700111002


Program Studi Ilmu Perpustakaan
Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Brawijaya
Juni 2013