Rabu, 20 November 2013

Pengalaman Yang Sangat Berharga di PSLD Universitas Brawijaya

Bergabung dengan PSLD (Pusat Studi Layanan Disabilitas) UB benar-benar pengalaman yang sangat berharga baut aku, dan tanda terimaksih ku yang sangat besar kepada dina amalia fahima salah satu teman yang memperkenal kan aku dengan PSLD ini, yang menyemangati ku dan mendorong ku untuk daftar dan bergabung dengan PSLD. dari dulu aku memang ingin sekali terjun ke dalam dunia mereka yang berkebutuhan khusus tapi waktu itu aku masih belum tahu caranya, setelah masuk kuliah aku bertemu dengan mahasiswa yang memiliki kebutuhan khusus yang bernama dina, mungkin ini kesempatan ku maka mulailah aku mengeluarkan jurus untuk bisa mengenal dia dan sampai akhirnya aku mendaftar ke PSLD dan berhasil menjadi volunteer untuk mendampingi penyandang divabel.
volunteer hemm apa ya? volunteer itu ya seperti aku ini, hehehe nggak-nggak volunteer atau pendamping itu adalah mahasiswa normal yang dipilih dari hasil seleksi dan wawancara yang dilakukan oleh PSLD untuk mendampingi mahasiswa divabel dalam masa pekuliahannya, kenapa mereka harus di dampngi? ya karena mereka berkebutuhan khusus dan berbeda dengan yang lain. Universitas Brawijaya mulai dari tahun 2012 menetapkan kebijakan khusus yaitu menerima mahasiswa divabel untuk dapat kuliah di UB, dan di UB mereka di anggap sama dengan mahasiswa normal lainnya dan tidak di sendirikan seperti di universitas lainnya, dengan kata lain mereka berkuliah campur dengan mahasiswa normal lainnya untuk itu karena keterbatasan mereka perlu adanya pendamping untuk menemani mereka.


aku sebenarnya tidak menyangka bisa keterima menjadi volunteer secara daftarnya aja dadakan banget, tapi ternyata aku lolos sampai tahap seleksi. pertama untuk menjadi seorang volunteer harus memenuhi syarat seperti: memiliki minat belajar yang tinggi, memiliki kesabaran dalam menghadapi mahasiswa divabel, dan juga IP 3.00 dan juga ada beberapa syarat yang mengharuskan kita untuk membuat esay yang ditentukan oleh PSLD.

setelah melalui tahap yang panjang (ah lebay) hehehe aku berhasil menjadi volunteer dan mendapat pelatihan selama dua hari sabtu dan minggu. pelatihan yang diberikan sangat menarik dan bermanfaat dan juga PSLD memberikan motivasi, dari pemberian materi yang aku ingat adalah "kita semua sebenarnya berkesempatan untuk menjadi divabel sama seperti mereka, apalagi kita tinggal di Indonesia yang dikelilingi oleh Rings of Fire" sumpah dengar kata-kata itu aku jadi merenung banget iya juga ya, setelah itu aku jadi mempunyai ide untuk lebih mengembangkan perpustakaan untuk penyandang divabel ini, secara saya calon pustakawan amin.
dalam bayangan ku perpustakaan untuk penyandang divabel, perpustakaan yang memberikan kemudahan bagi mereka untuk mendapatkan informasi.


nah ini ini kegiatan selama pelatihan dua hari di PSLD

suasana saat pelatihan bahasa isyarat yang ngelatih si Fikri dia tuna tunggu dan berasal dari yogyakarta angkatan 2012 fakultas ilmu budaya jurusan seni rupa, pinter ngambar nih anak keren ya di keterbatasannya dia mampu seperti kita yang normal.
yang satu ini pemberian materi tentang menangani divabel oleh mbk pay pengurus di PSLD, ternyata ada suka dukanya menjadi volunteer.




kalo yang satu ini pemberian motivasi emm aku lupa sama bapak siapa
hehehe maap ya pak


ini nih yang di tunggu" selama pelatihan yaitu praktek langsung berbahasa isyarat, langsung sama mahasiswa divabelnya, susah susah gampang karena bahasa isyarat mahasiswa divabel yang satu dengan yang lain berbeda jadi harus belajar ekstra tapi seruuuuuuuuuuuuuu bangetttttttttttttttt